Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Ribuan Burung Pemangsa dari Rusia Migrasi ke Karawang
    Inspiring You

    Alasan Ribuan Burung Pemangsa dari Rusia Migrasi ke Karawang

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 November 2023Updated:6 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ribuan burung raptor asal Siberia, Rusia dilaporkan telah bermigrasi ke Indonesia. Kawanan burung pemangsa ini terlihat di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang sejak akhir Oktober 2023 lalu.

    Communication Partnership Adviser Burung Indonesia, Ria Saryanthi mengatakan, ribuan burung raptor ini bermigrasi melewati koridor daratan sebelah timur yang terbang melalui China, Semenanjung Malaya, dan berakhir di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Ribuan burung terbang di langit Tegalwaru terpantau sejak pukul 07.00 WIB. Pihaknya menggunakan alat binocular, monocular, melakukan pengamatan terkait peristiwa migrasi raptor tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ria menjelaskan, burung raptor Siberia punya kebiasaan bermigrasi ke wilayah tropis saat musim dingin. Mereka mampu terbang melintasi benua demi mencari tempat yang lebih hangat. 

    “Fenomena alam yang berharga ini terjadi secara reguler di mana burung-burung tersebut terbang berpindah dari lokasi, dan berkembangbiak pada saat musim dingin ke lokasi yang hangat guna menghabiskan waktunya menunggu musim dingin selesai,” ujarnya, seperti dikutip dari detikJabar, Senin (6/11/2023).

    Dalam pengamatan yang dilakukan selama empat hari sejak Minggu 29 Oktober hingga Rabu 1 November terdata, sebanyak empat jenis burung migran di wilayah Pegunungan Sanggabuana.

    “Kita berhasil mengamati Pernis ptilorhynchus, Accipiter gularis, Accipiter soloensis, dan Merops philippinus, yang bermigrasi dari Siberia dan singgah berkembang biak di Pegunungan Sanggabuana,” ungkapnya.

    Burung raptor sendiri adalah karnivora (pemakan daging) yang punya tiga karakteristik utama: penglihatan yang tajam, delapan cakar tajam, dan paruh yang bengkok. 

    Burung pemangsa ini telah ada dalam berbagai bentuk selama 50 hingga 75 juta tahun. Terdapat sekitar 482 spesies raptor di seluruh dunia, 304 spesies diurnal (aktif pada siang hari) dan 178 spesies nokturnal (aktif pada malam hari). 

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.