Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Cuaca Terasa Lebih Panas dari Angka Suhu yang Tercatat
    Inspiring You

    Alasan Cuaca Terasa Lebih Panas dari Angka Suhu yang Tercatat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Oktober 2023Updated:18 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan di balik cuaca terasa lebih panas daripada angka suhu yang tertera pada prakiraan cuaca.

    Mengutip dari unggahan akun Instagram resmi BMKG (@infobmkg), cuaca yang terasa lebih panas daripada angka suhu dikenal dengan istilah feel-like temperature atau suhu yang dirasakan. BMKG Mengatakan, ada sejumlah alasan yang mendorong perbedaan antara suhu yang dirasakan dan angka suhu sebenarnya.

    “Feel-like temperature atau suhu yang dirasakan adalah istilah yang menggambarkan sensasi suhu yang dirasakan oleh manusia berdasarkan suhu udara, kelembapan, dan faktor lain, seperti kecepatan angin dan sinar matahari,” tulis BMKG, dikutip Rabu (18/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari di kawasan Jembatan Pinisi di halte busway Karet, Jakarta, Rabu (27/9/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    BMKG memaparkan, kombinasi antara suhu udara panas, tingkat kelembapan udara yang tinggi, dan udara sekitar yang mengandung banyak uap air memicu keringat tidak dapat menguap dengan cepat. Akibatnya, suhu menjadi terasa lebih panas.

    Lebih lanjut, BMKG mengatakan bahwa tingkat kelembapan di sebagian besar wilayah Indonesia cukup tinggi karena secara geografis, Indonesia dikelilingi lautan yang hangat dan terletak di wilayah tropis dengan pemanasan dari sinar matahari tinggi.

    Terakhir, faktor pendorong yang membuat cuaca terasa seperti ‘neraka bocor’ adalah paparan matahari terhadap tubuh. BMKG menegaskan bahwa paparan langsung terhadap sinar matahari dapat membuat suhu terasa lebih panas.

    “Ketika kelembapan tinggi maka suhu yang dirasakan dapat terasa lebih panas dibandingkan suhu yang tertera,” tutup pernyataan BMKG.

    Hingga saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia masih dilanda cuaca panas dan terik alias musim kemarau hingga pertengahan Oktober 2023, padahal umumnya musim hujan terjadi mulai Oktober.

    Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, beberapa waktu belakangan ini suhu cuaca memang terasa lebih panas. Sebagai contoh pada Selasa (17/10/2023), aplikasi Weather oleh Apple menunjukkan bahwa sensasi panas di Jakarta pada siang hari adalah 39 derajat Celsius, padahal angka suhu yang sebenarnya hanya 36 derajat Celcius.



    Artikel Selanjutnya


    Tips Styling Pakaian Agar Tetap Adem saat Suhu Panas Mendidih

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.