Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Al Quran Sebut Minuman Surga, Ternyata Ada di Indonesia
    Inspiring You

    Al Quran Sebut Minuman Surga, Ternyata Ada di Indonesia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 April 2024Updated:7 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Di dalam kitab suci Al-Quran disebutkan sebuah minuman surga. Hal ini tertuang di dalam surat Al-Insan ayat ke-5 dan 6, Allah berfirman: “Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, yaitu mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.”

    Maksud dari air kafur adalah air kamper atau kapur barus. Menariknya, catatan sejarah menunjukkan bahwa kamper yang disebut di Al-Quran dan beberapa riwayat Nabi Muhammad ada kaitannya dengan Indonesia, yang membuktikan besarnya jaringan perdagangan bangsa kita.

    Bagaimana bisa?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perlu diketahui, pohon kamper tak bisa tumbuh di Timur Tengah. Oleh karena itu, masyarakat harus melakukan impor kamper dari luar daerah. Dalam proses impor, memperoleh kamper bukan usaha sulit. Sebab, kamper sudah diperdagangkan di sebagian besar dunia sejak abad ke-4 Masehi, tiga abad sebelum Al-Quran turun.

    Terkait lokasi penghasil kamper, sumber-sumber Arab menyebut daerah Fansur. Peneliti Prancis Nouha Stephan dalam “Kamper dalam Sumber Arab dan Persia: Produksi & Penggunaanya” menganalisis teks-teks tradisional yang menyebut Fansur.

    Salah satu yang ditelitinya adalah deskripsi ahli geografi Ibn Sa’id al Magribi. Ibn Sa’id yang meninggal di akhir abad ke-13 merinci secara spesifik bahwa Fansur penghasil kamper berasal dari Pulau Sumatra.

    Selain itu, pendapat lain juga diungkap arkeolog Edward Mc. Kinnon dalam Ancient Fansur, Aceh’s Atlantis (2013). Dia menyebut Fansur terletak di ujung barat Aceh. Hipotesis ini didasarkan pada pertimbangan letak geografis dan data perdagangan dari catatan tertulis yang menyebut nama Panchu sebagai penghasil kamper.

    Bukti sahih lain juga diungkap Claude Guillot dalam Barus Seribu Tahun yang Lalu (2008). Dia menyimpulkan ada tiga kawasan tempat kamper tumbuh dengan sendirinya yang perlu diperhatikan, yakni Sumatra, Semenanjung Melayu, dan Borneo (Kalimantan). Namun, sejarawan tersebut mengerucutkan secara spesifik lebih lanjut soal lokasinya, yakni daerah Barus di Sumatra.

    “Kami dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar atau seluruh kamper yang diperdagangkan sebelum kira-kira abad ke-10 Masehi dan penemuan kamper di Borneo berasal dari utara Sumatra, yakni Barus,” tulis Guillot.

    Jika mengacu pada klaim Guillot, maka kamper yang dicatat dalam Al-Quran dan riwayat Nabi Muhammad atau digunakan dalam pengawetan mumi di Mesir, berasal dari Barus, Sumatera.

    Lebih lanjut, sejarawan Jajat Burhanudin dalam Islam Dalam Arus Sejarah Indonesia (2020) menceritakan, Barus memang sudah dikenal lama dalam dunia perdagangan. Bahkan, nama Barus sudah dikenal sebagai bandar kuno sejak abad ke-1 Masehi berdasarkan catatan ahli Romawi, Ptolemy. Biasanya, para pedagang Arab mengunjungi daerah tersebut melalui rute tersendiri.

    Jajat menduga, orang Arab dan Persia tiba di Barus melalui perjalanan langsung dari Teluk Persia, melewati Ceylon, lalu tiba di Pantai Barat Sumatera. Pada titik inilah, Barus terbukti sebagai daerah penghasil kamper dan sudah berkembang jadi pelabuhan penting di Sumatera.

    Seiring waktu, Barus jadi pelabuhan krusial di era Kerajaan Sriwijaya abad ke-10. Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (1996) menceritakan, kamper sudah jadi barang yang sangat laku di pasar internasional. Banyak para pengembara Arab berkunjung ke sana menggunakan kapal-kapal besar untuk mengangkut kamper.

    Belakangan peran penting kamper juga tak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga religi. Kelak, sejarah Indonesia mencatat berkat perdagangan kamper terjadi proses Islamisasi di Nusantara pada abad ke-7 Masehi. Sampai sekarang, kamper di Barus masih diperdagangkan.



    Artikel Selanjutnya


    2 Buah Ini Tertulis di Al Quran, Ampuh Turunkan Kolesterol

    (Intan Rakhmayanti Dewi/mkh)


    Inspirasi Sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.