Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Temukan Rahasia Panjang Umur dari Darah Centenarian
    Inspiring You

    Ahli Temukan Rahasia Panjang Umur dari Darah Centenarian

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Oktober 2023Updated:19 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Memiliki umur panjang, sehat, dan awet muda tentu menjadi harapan bagi banyak orang. Tak heran, Plato dan Aristoteles selalu membahas dan menulis tentang proses penuaan lebih dari 2.300 tahun yang lalu.

    Di era modern saat ini, hanya segelintir orang yang bisa hidup hingga usia 100 tahun atau lebih. Mereka disebut Centenarian. PBB pada tahun 2012 memperkirakan terdapat 316.600 Centenarian yang masih hidup di seluruh dunia.

    Untuk mengetahui rahasia hidup panjang umur, para peneliti melakukan studi terhadap darah Centenarian. Melansir Science Alert, penelitian tersebut membandingkan profil biomarker yang diukur sepanjang hidup antara orang-orang yang berumur sangat panjang dan rekan-rekan mereka yang berumur lebih pendek hingga saat ini. Biomarker adalah respons biologis dari suatu organisme terhadap bahan pencemar atau tekanan lingkungan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penelitian tersebut mencakup data dari 44.000 orang Swedia yang menjalani pemeriksaan kesehatan pada usia 64-99 tahun.

    Secara keseluruhan, mereka yang berhasil mencapai usia 100 tahun cenderung memiliki kadar glukosa, kreatinin, dan asam urat yang lebih rendah sejak usia 60 tahunan.

    Ahli menemukan sangat sedikit orang berusia 100 tahun yang memiliki kadar glukosa di atas 6,5 pada masa hidupnya, atau tingkat kreatinin di atas 125.

    Mireille Serlie, profesor endokrinologi di Yale, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada Medical News Today bahwa kreatinin “bergantung pada fungsi ginjal dan massa otot.”

    “Kreatinin yang lebih rendah pada kelompok usia ini (rata-rata usia pertama kali pengujian biomarker pada orang berusia seratus tahun adalah 79,6 tahun) sejalan dengan fungsi ginjal yang lebih tinggi,” katanya.

    “Gaya hidup dikaitkan dengan fungsi ginjal melalui asupan garam, hipertensi, obesitas, hiperglikemia, fungsi jantung, dll,” ujar Dr. Serlie.



    Artikel Selanjutnya


    Sudah 40 Tahun, Misteri Medis Ini Belum Terpecahkan Peneliti

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.