Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Temukan Kuburan Tertua di Dunia, Isinya Tak Terduga
    Inspiring You

    Ahli Temukan Kuburan Tertua di Dunia, Isinya Tak Terduga

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman28 Juni 2024Updated:28 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Ahli paleontologi di Afrika Selatan menemukan situs pemakaman tertua di dunia. Situs pemakaman itu berisi sisa-sisa kerabat jauh dari manusia atau manusia primitif berotak kecil.

    Dipimpin oleh ahli paleoantropologi terkenal Lee Berger, para peneliti pada tahun 2023 menemukan beberapa spesimen Homo naledi, hominid Zaman Batu pemanjat pohon, yang terkubur sekitar 30 meter di bawah tanah dalam gua. Situs ini ditemukan di area bernama Tempat Lahir Manusia, sebuah situs warisan dunia UNESCO dekat Johannesburg, Afrika Selatan.

    “Ini adalah pemakaman paling kuno yang pernah tercatat dalam catatan hominin, lebih awal dari bukti pemakaman Homo sapiens setidaknya 100.000 tahun yang lalu,” tulis para ilmuwan dalam makalah pracetak yang diterbitkan eLife menurut Science Alert.




    Foto: AFP/GULSHAN KHAN
    Paleoanthropologist and National Geographic Explorer-in-Residence, Professor Lee Rogers Berger holds a replica of the skull of “NEO” a new skeleton fossil findings of the Homo Naledi Hominin species at the cradle of Human Kind in Maropeng near Johannesburg on May, 9 2017 in South Africa. Primitive hominids may have lived in Africa at the same time as humans, researchers said Tuesday, in new findings that could change the understanding of human evolution. Fossils found deep in South Africa’s Rising Star cave complex in 2013 have been dated by several expert teams with their findings suggesting the hominids, called Homo naledi, may have lived alongside Homo sapiens. It had previously been thought that the hominids were millions of years old. A team of 20 scientists from laboratories and institutions around the world, including in South Africa and Australia, established the age of the fossils which suggests that Homo naledi may well have lived at the same time as humans. (Photo by GULSHAN KHAN / AFP)

    Sebelumnya, pemakaman tertua yang pernah digali ditemukan di Timur Tengah dan Afrika, berisi sisa-sisa Homo sapiens dan berusia sekitar 100.000 tahun. Temuan itu setidaknya berasal dari 200.000 SM.

    Adapun situs pemakaman tertua yang ditemukan di Afrika Selatan berisi Homo naledi, yakni spesies primitif yang bentuknya di tengah-tengah antara kera dan manusia modern. Spesies ini memiliki otak seukuran jeruk dan tingginya sekitar 1,5 meter.

    Dengan jari tangan dan kaki yang melengkung, serta tangan dan kaki yang mampu menggunakan alat untuk berjalan, spesies yang ditemukan oleh Berger ini telah membalikkan anggapan bahwa jalur evolusi kita adalah sebuah garis lurus.

    Saksikan video di bawah ini:

    Strategi Skincare Lokal Bisa Tetap ‘Kinclong’ Saat Daya Beli Turun


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.