Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ada Suspek Baru di Bali & Jakarta
    Inspiring You

    Ada Suspek Baru di Bali & Jakarta

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 September 2024Updated:4 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengungkapkan bahwa pemerintah sempat menerima sejumlah laporan kasus suspek penyakit cacar monyet (Mpox) di beberapa titik, termasuk Bali dan Jakarta, Selasa (3/9/2024).

    Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa hingga Selasa (3/9/2024) kemarin, total jumlah kasus Mpox di Indonesia masih serupa dengan laporan terakhir yang dibeberkan oleh Kemenkes RI, yakni 88 pasien. Ia menegaskan, penambahan kasus Mpox di Tanah Air masih belum ditemukan.

    Namun, dr. Nadia mengaku bahwa Kemenkes RI sempat menerima laporan suspek Mpox, salah satunya dari pintu masuk Bandara Internasional Soekarno Hatta. Adapun, tujuh sampel di antaranya masih dalam proses pemeriksaan.

    “Memang kemarin sempat ada lima suspek, terus beberapa hari yang lalu itu sempat ada 10 suspek dan kemarin ada dari Bandara Soekarno-Hatta itu dikatakan ada tiga suspek, ya,” ujar dr. Nadia di Gedung Nusantara I DPR RI Jakarta, Selasa (3/9/2024).

    “Namun semuanya sampai saat ini masih ada tujuh sampel yang dalam pemeriksaan, sementara yang lain sudah negatif [Mpox],” lanjutnya.

    Ia mengatakan, kasus suspek tersebut tersebar di Yogyakarta, Bali, Jakarta, dan Kalimantan. Sementara itu terkait varian terbaru yang menyebar dengan cepat di Republik Demokratik Kongo, dr. Nadia menegaskan bahwa Clade 1B masih belum terdeteksi di Indonesia.

    “Jumlah kasus Mpox Indonesia masih belum bertambah dan Clade 1B, seperti yang di Kongo itu belum kita temukan sampai saat ini,” tegas dr. Nadia.

    Sebelumnya, data Kemenkes RI hingga Sabtu (17/8/2024) mengungkapkan bahwa total jumlah kasus Mpox di Tanah Air sejak 2022 telah mencapai 88 pasien terkonfirmasi. Secara rinci, total kasus terkonfirmasi Mpox terbagi atas satu orang pada 2022, 73 orang pada 2023, dan 14 orang pada 2024.

    Secara rinci, kasus terkonfirmasi Mpox tersebar di enam provinsi, yakni Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 59 pasien.

    Kemudian, Jawa Barat menjadi wilayah kedua dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 13 pasien. Sedangkan, Banten menjadi wilayah ketiga dengan kasus konfirmasi terbanyak, yakni sembilan pasien dan diikuti oleh Jawa Timur (tiga pasien), DIY (tiga pasien), dan Kepulauan Riau (satu pasien).

    Guna mencegah penyebaran Mpox melalui pintu masuk Indonesia, Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI) mewajibkan seluruh penumpang yang baru kembali dari luar negeri dan ingin memasuki Indonesia untuk menggunakan aplikasi SATUSEHAT mulai 27 Agustus 2024 lalu.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M Kristi Endah Murni mengatakan bahwa berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Nomor SE 5 DJPU Tahun 2024 tentang Penggunaan SATUSEHAT Health Pass pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri, setiap orang alias personel penerbangan atau penumpang pelaku perjalanan luar negeri yang terbang menuju Indonesia wajib mengisi formulir swadeklarasi elektronik bernama SATUSEHAT Health Pass.

    Langkah ini dilakukan oleh Pemerintah indonesia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Mpox sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia alias Public Health Emergency of International Concern pada 14 Agustus 2024 lalu.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Melemah, Ekspansi Bisnis Skincare Pria Apa Kabar?




    Next Article



    Ditemukan Cacar Monyet Jenis Baru, Ahli Warning Potensi Pandemi



    Berani sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.