Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ada Konflik Israel-Gaza, MTV Batalkan Europe Music Awards
    Inspiring You

    Ada Konflik Israel-Gaza, MTV Batalkan Europe Music Awards

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Oktober 2023Updated:20 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perhelatan MTV Europe Music Awards (EMAs) yang seharusnya diselenggarakan pada 5 November 2023 di Paris Nord Villepinte terpaksa dibatalkan. Menurut penyelenggara, pembatalan tersebut dilakukan dengan alasan volatilitas peristiwa dunia di tengah konflik yang sedang berlangsung di Israel dan Gaza, Kamis (19/10).

    “Ketika kita menyaksikan peristiwa-peristiwa dahsyat di Israel dan Gaza terus terjadi, hal ini bukan momen yang tepat untuk perayaan global,” kata Paramount selaku penyelenggara acara tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip dari Reuters.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa saat ini adalah momen untuk berkabung karena sudah ada ribuan korban yang meregang nyawa akibat konflik tersebut.

    Bintang-bintang ternama seperti David Guetta, Jung Kook (BTS), Taylor Swift, Olivia Rodrigo, Bad Bunny dan Foo Fighters dan Thirty Seconds to Mars semula dijadwalkan tampil di acara tahunan itu.

    Paramount Global mengatakan mereka bertindak atas dasar kehati-hatian yang besar bagi ribuan karyawan, anggota kru, artis, penggemar, dan mitra yang melakukan perjalanan dari seluruh penjuru dunia untuk menghidupkan pertunjukan tersebut.

    “Kami menantikan untuk menjadi tuan rumah MTV EMA lagi pada bulan November 2024.”

    MTV Europe Music Awards diadakan di kota yang berbeda setiap tahunnya. Acara tahun lalu diadakan di Duesseldorf di Jerman bagian barat.

    Sementara itu, Prancis, yang memiliki komunitas Muslim dan Yahudi dalam jumlah besar, berada dalam kondisi siaga tinggi sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober dan perang yang terjadi di Gaza. Pada Rabu lalu, delapan bandara Prancis menghadapi peringatan keamanan dan sejumlah orang dievakuasi untuk pemeriksaan, kata otoritas penerbangan DGAC.



    Artikel Selanjutnya


    Ditolak Indonesia, Israel Malah Ukir Sejarah Piala Dunia U-20

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.