Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ada 13 Alasan Utama Perceraian & Kehancuran Pernikahan
    Inspiring You

    Ada 13 Alasan Utama Perceraian & Kehancuran Pernikahan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman29 September 2023Updated:29 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Setiap hubungan pasti mengalami pasang surut. Namun ketika ombak pasang menerjang terlalu kencang, tak jarang banyak pasangan yang menyerah lalu memutuskan untuk berpisah dan mengakhiri hubungan rumah tangga. 

    Ada banyak alasan yang mendorong pasangan mengajukan perceraian ke pengadilan. Lantas apa penyebab dan alasan yang membuat banyak pasangan bercerai?

    Secara total, menurut survei Forbes, sebanyak 43% perceraian dipicu oleh dukungan dari keluarga yang kurang. Sementara itu, 34% perceraian disebabkan oleh perselingkungan alias hubungan lain di luar pernikahan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Forbes melaporkan, salah satu pemicu gagalnya pernikahan adalah tujuan dari pernikahan yang tidak tercapai. Sebagian besar pasangan umumnya menikah karena persahabatan, keamanan finansial, kenyamanan, asuransi kesehatan, alasan hukum, atau keinginan untuk memulai sebuah keluarga.

    Pasangan yang menikah karena tekanan masyarakat atau keluarga kemungkinan besar bercerai karena perselingkuhan. Sementara, pasangan yang merasa tertekan untuk masuk ke dalam komitmen cenderung tidak mampu mempertahankan pernikahannya.

    Lalu, pasangan yang menikah untuk formalitas dan memenuhi keinginan lingkungan sekitar cenderung bercerai karena kurangnya keintiman.

    Berdasarkan hasil survei Forbes Advisor, berikut ini daftar alasan perceraian yang paling banyak.

    1. Kurangnya dukungan dari keluarga (43 persen)

    2. Perselingkuhan atau hubungan di luar pernikahan (34 persen)

    3. Ketidakcocokan (31 persen)

    4. Kurangnya kedekatan (31 persen)

    5. Terlalu banyak konflik atau pertengkaran (31 persen)

    6. Stres keuangan (24 persen)

    7. Kurangnya komitmen (23 persen)

    8. Perbedaan dalam pendekatan sebagai orang tua (20 persen)

    9. Menikah terlalu muda (10 persen)

    10. Nilai atau moral yang bertentangan (6 persen)

    11. Penyalahgunaan zat (3 persen)

    12. Kekerasan dalam rumah tangga secara fisik dan/atau emosional (3 persen)

    13. Gaya hidup yang berbeda (1 persen)



    Artikel Selanjutnya


    Kisah Tragis Unang, Bangkrut dan Cerai Akibat Poligami

    (hsy/hsy)


    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.