Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Retas Situs Ukraina Sebelum Diserang Rusia, Ada Apa?
    Insight News

    China Retas Situs Ukraina Sebelum Diserang Rusia, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 April 2022Updated:11 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China dituduh telah melakukan peretasan terhadap situs web di Ukraina sehari sebelum negara tersebut diserang Rusia. Tidak jelas apakah aksi tersebut untuk membantu Rusia. Namun pejabat intelijen Barat percaya bahwa tujuannya adalah spionase.

    The Times pertama kali melaporkan bahwa peretas yang diduga berbasis di China, mulai menargetkan situs web Ukraina pada 23 Februari, tepat sehari sebelum invasi.

    Hal itu menimbulkan pertanyaan apakah mereka telah mengetahui sebelumnya tentang rencana Rusia dan apakah ada niat untuk mendukung Moskow.

    Mengutip BBC, Senin (11/4/2022), sejumlah besar organisasi pemerintah dan komersial Ukraina dikatakan telah menjadi sasaran peretas, termasuk organisasi yang terkait dengan tenaga nuklir.

    Namun beberapa pejabat Barat percaya bahwa tujuan dari serangan siber bahkan lebih kompleks.

    “Sejak akhir Februari, aktor siber China telah meluncurkan serangan siber terhadap jaringan pemerintah dan militer di Ukraina, Rusia, dan Belarusia,” klaim seorang pejabat intelijen barat.

    “Rusia diamati menjadi target signifikan dari aktivitas dunia maya China baru-baru ini,” tambah mereka.

    Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen, meskipun sejumlah peneliti dan perusahaan keamanan siber mengatakan mereka telah melihat beberapa aktivitas China dan sedang menyelidikinya.

    China selalu menepis tuduhan bahwa mereka terlibat dalam spionase dunia maya. China bahkan baru-baru ini menuding pemerintah Barat, dan khususnya AS, atas peretasan jaringannya.

    “Penargetan target Ukraina dan Rusia dilakukan dengan cara yang tidak terselubung. Salah satu alasan yang mungkin untuk ini adalah mencoba dan ‘memberi tanda palsu’ pada aktivitas tersebut,” pejabat intelijen itu menjelaskan.

    Jadi ada kemungkinan China mengambil keuntungan dari konflik untuk memata-matai, tidak hanya di Ukraina tetapi juga Rusia, Belarusia dan negara-negara lain.

    Di sisi lain, China mungkin mencoba melakukannya dengan menggunakan ‘bendera palsu’ sehingga bisa menyalahkan pemerintah Barat jika ketahuan.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.