Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PPN Naik 1% Harga Mobil Loncat 3 Jutaan, Alphard Naik 15 Juta
    Insight News

    PPN Naik 1% Harga Mobil Loncat 3 Jutaan, Alphard Naik 15 Juta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 April 2022Updated:10 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah resmi menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11% mulai bulan ini. Hal itu langsung berpengaruh pada kenaikan harga mobil.

    Setidaknya dari apa yang sudah dipantau saat ini, harga jual mobil terkerek naik rata-rata Rp 3 juta bahkan sampai Rp 15 juta untuk kelas premium.

    Salah satu sales Toyota di Indonesia International Motor Show (IIMS), yang enggan disebut namanya, mengatakan kenaikan harga PPN turut mengangkat harga jual mobil. Setidaknya kenaikan harga berkisar dari 3-4 juta terjadi untuk mobil seperti Avanza, Rush, dan Veloz atau mobil dengan kisaran harga Rp 300 jutaan.

    Sementara untuk mobil-mobil untuk dengan harga jual mencapai Rp 500 jutaan ke atas ada kenaikan mencapai 6 juta.

    “Imbas dari PPN ya kenaikan rata-rata mulai dari Rp 1 – Rp 3 juta, untuk semua tipe ya kaya Rush, Yaris, Veloz. Tapi ya kalau seperti Alphard itu naiknya ya bisa sampai Rp 13 – 15 juta,” kata dia saat ditemui pada Indonesia International Motor Show di JIExpo, Minggu (10/4/2022).

    Harga jual mobil seperti Avanza saat ini dibanderol mulai dari Rp 255 juta sampai Rp 295 sedangkan Yaris Rp 316 jutaan, sementara Rush Rp 290 jutaan on the road itu naik sekitar Rp 3 jutaan dengan tarif PPN 11%, sementara Untuk Alphard menjadi Rp 1,303 miliar, Vellfire Rp 1,317 miliar, dan Fortuner menjadi Rp 575 juta untuk varian termurah.

    Sementara harga jual mobil Land Cruiser yang mencapai Rp 2,3 – Rp 2,4 miliar, jika dihitung kenaikan PPN 1% maka ada lonjakan mencapai Rp 24 juta.

    Sementara Sales Honda, Hakim juga menjelaskan untuk produk Honda yang terbaru sudah menggunakan harga kenaikan PPN menjadi 11%. Kenaikan harga produk Honda mencapai Rp 3 juta.

    “Rata-rata ya naik 3 – 5 jutaan karena PPN 11% ini, tergantung tipe nya juga kan,” kata Hakim.

    Menurut Hakim meski ada lonjakan harga, animo masyarakat untuk membeli mobil masih besar. Meski belum bisa membeberkan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), tapi diamencontohkan seperti HR-V termasuk paling banyak yang dipesan.

    “HR-V paling banyak yang diminati padahal inden-nya saja sampai Agustus nanti,” kata Hakim.

    Dia mengatakan harga jual HR-V terbaru mulai dari Rp 358 juta untuk 1.5s CVT mencapai Rp 505 juta untuk tipe 1.5 RS CVT Two Tone. Adapun Honda BRV di jual dengan harga Rp 281 – 346 juta, dan Brio Rp 209 – 233 juta.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.