Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Usul Sistem Baru Twitter Blue, Bayar Pakai Kripto
    Insight News

    Elon Musk Usul Sistem Baru Twitter Blue, Bayar Pakai Kripto

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 April 2022Updated:10 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk, pemegang saham mayoritas Twitter, mengusulkan sistem baru berlangganan di Twitter Blue. Ia ingin pengguna bisa membayar biaya langganan dengan menggunakan mata uang kripto. 

    Twitter Blue, yang diluncurkan pada Juni 2021, adalah layanan berlangganan pertama Twitter yang menawarkan akses eksklusif ke fitur premium. Akses eksklusif ini baru tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

    Dalam sebuah posting di Twitter, Elon Musk juga mengusulkan agar biaya langganan Twitter Blue dipangkas. Menurutnya, pengguna yang mendaftar ke Twitter Blue harusnya membayar kurang dari US$ 2,99 per bulan saat ini, dan mereka juga harus mendapatkan tanda centang otentikasi serta opsi untuk membayar dalam mata uang lokal.

    “Mungkin bahkan opsi untuk membayar di Doge?” kata Musk, mengacu pada cryptocurrency.

    Musk sendiri, yang saat ini memegang 9,2% saham Twitter, adalah pengguna aktif platform tersebut. Ia rajin menulis tweet yang tak jarang menimbulkan spekulasi di kalangan investor. 

    Sebelumnya, kabar soal Elon Musk akan menduduki jabatan strategis di Twitter (TWTR.N) membuat sejumlah karyawan panik. Mereka khawatir perusahaan tak bisa lagi leluasa memoderasi konten setelah kedatangan bos Tesla yang juga orang terkaya nomor satu di dunia tersebut.

    Menurut sumber anonim Reuters, para karyawan khawatir Musk bisa mempengaruhi kebijakan perusahaan sehingga tak lagi ‘galak’ pada pengguna yang kerap menebar konten menyesatkan. Meski demikian, Twitter sendiri telah menegaskan bahwa dewan tidak membuat keputusan terkait kebijakan pengguna.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.