Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Varian Baru, Apakah Semua Orang Akan Kena Covid-19?
    Insight News

    Muncul Varian Baru, Apakah Semua Orang Akan Kena Covid-19?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 April 2022Updated:9 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Virus corona atau Covid-19 terus bermutasi dan berkembang di Indonesia. Baru-baru ini, varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron BA.2 yang juga dijuluki ‘Son of Omicron’ diketahui telah menginfeksi 332 orang di Indonesia.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan kasus itu terdeteksi melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair).

    Kendati demikian, Son of Omicron tak terpantau memicu kenaikan kasus di Indonesia.

    “Sampai saat ini kita lihat ada negara-negara yang melaporkan lebih dari 50 persen varian BA.2 bersirkulasi di negaranya termasuk Brunei Darussalam, Bangladesh, India, China,” ujarnya dalam konferensi pers virtual perkembangan Covid-19 di Indonesia, beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, Son of Omicron dilaporkan membuat kasus Covid-19 di Amerika Serikat dan Eropa juga kembali meningkat. Meski bergejala lebih ringan daripada Omicron, sub varian BA.2 disebut lebih menular.

    Mantan ahli epidemiolog Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Professor Adrian Estermen menyebutkan, Son of Omicron lebih menular sekitar 1,4 kali daripada varian asli BA.1. Angka reproduksi dasar (R0) untuk BA.1 sekitar 8,2, sedangkan R0 untuk BA.2 sekitar 12.

    “Ini membuatnya mirip dengan campak, penyakit paling menular yang kita ketahui,” ujar Prof Esterman dikutip dari Express, dikutip Sabtu (9/4/2022).

    Profesor kedokteran molekuler di Scripps Research Institute California Eric Topol juga mengatakan peningkatan kasus Covid-19 berhubungan dengan merebaknya Omicron BA.2. Subvarian BA.2 memang lebih mudah menular dari BA.1, tapi penyebarannya juga lebih cepat akibat adanya pelonggaran mitigasi dan berkurangnya kekebalan dari vaksin.

    “Semuanya saling terikat dan jelas mengarah pada lonjakan kasus, termasuk di AS,” kata dia.

    Prof Topol pun mengingatkan varian BA.2 dapat memperpanjang pandemi. Bahkan, keberadaannya dapat membuka jalan baru untuk munculnya varian lain di bulan-bulan mendatang.

    Tak hanya AS dan Eropa, daerah asal Covid-19, China juga mencatat lebih dari 1.000 kasus dikonfirmasi setiap hari sejak 12 Maret lalu, bahkan jumlahnya di atas 2.000 selama tiga minggu terakhir. Ini pun belum termasuk kasus tanpa gejala. Jumlah asimtomatik bisa sama banyaknya atau jauh lebih banyak, daripada jumlah kasus terkonfirmasi harian.

    [Dexpert.co.id]

    (cha/cha)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.