Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tarif Internet RI Termurah di Asia Tenggara, Dampak Buruknya?
    Insight News

    Tarif Internet RI Termurah di Asia Tenggara, Dampak Buruknya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 April 2022Updated:6 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tarif internet murah di Indonesia ternyata memiliki beberapa dampak. Termasuk soal kecepatan internet karena operator seluler tak punya budget untuk investasi yang dibutuhkan untuk menambah infrastruktur.

    Chief Marketing Officer PT Sarana Menara Nusantara, Indra Gunawan mengatakan penyebab mereka mengalami tekanan finansial karena tarif yang terlalu murah.

    “Mengapa kecepatan internet lambat, karena operator tidak memiliki budget cukup untuk melakukan investasi, sehingga yang harusnya dia harus menambah site atau harusnya memperbarui alatnya dengan barang yang baru. karena mereka under pressure dalam konteks financial mereka tidak bisa investasi lagi. Mengapa mereka mengalami tekanan dalam financial karena tarifnya terlalu murah,” kata Indra dalam program Profit CNBC Indonesia, Selasa (5/4/2022).

    Sebagai informasi, harga internet di Indonesia nomor 12 termurah di dunia dan paling murah di kawasan Asia Tenggara. Harga rata-rata untuk 1GB adalah Rp 6 ribu.

    Pemerintah sebenarnya bisa menetapkan tarif bawah untuk harga tersebut. Cara ini tertuang dalam UU Cipta Kerja, agar bisa memperbaiki situasi.

    “Menarik adalah supaya tidak terjadi perang harga yang sangat ekstrem tujuannya untuk jangka pendek, jangka panjang semua pihak stakeholder akan dirugikan. Dalam konteks Indonesia saya sangat yakin perang harganya bisa diperbaiki,” jelasnya.

    Indra menjelaskan harga murah tersebut memang menyenangkan bagi masyarakat. Namun perlu diingat juga jika hal tersebut bisa berbalik menjadi bahaya, sebab bisa saja para pelaku industri tidak sanggup menjalankannya lagi dan akhirnya tutup. Ini membuat kompetisi menjadi tidak bagus bahkan bisa terjadi monopoli pasar.

    “Jadi mereka membanting harga tanya untuk jangka pendek, enggak sanggup lagi tutup. Begitu tutup dalam kompetisi enggak bagus juga. Kalau misalnya satu jadi monopoli, bisa abuse power. Katakanlah, harga dinaikkan seenaknya dia, karena satu pemain membuat masyarakat jadi rugi,” tutur Indra.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.