Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sudah Vaksin Booster Tapi Positif Covid-19? Ini Kata Ahli
    Insight News

    Sudah Vaksin Booster Tapi Positif Covid-19? Ini Kata Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2022Updated:3 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia dan negara-negara dunia telah mengadakan program vaksinasi untuk masyarakatnya, termasuk juga memberikan booster. Namun nyatanya masih ada orang yang sudah divaksinasi maupun mendapatkan dosis lanjutan positif Covid-19.

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menjelaskan jika vaksin tidak 100% efektif mencegah infeksi. Ini membuat masih ada kemungkinan orang yang telah divaksinasi masih terkena Covid-19.

    “Vaksin Covid-19 efektif mencegah infeksi, penyakit serius dan kematian. Kebanyakan orang terkena Covid-19 tidak divaksinasi. Namun karena vaksin tidak 100% efektif mencegah infeksi, beberapa orang yang telah divaksinasi lengkap tetap akan terkena Covid-19,” tulis CDC dalam situs resminya, dikutip Jumat (1/4/2022).

    Hal serupa juga diungkapkan oleh Ahli Virologi Fakultas Kedokteran Universitas Warwick Inggris, Professor Lawrence Young. Dia mengatakan menjadi pengingat tidak ada vaksin 100% efektif.

    “Akan selalu ada proporsi individu yang rentan terhadap infeksi dan penyakit,” kata dia.

    Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi termasuk booster. Sebab vaksinasi dapat mencegah orang yang terkena infeksi Covid-19 bergejala berat dan risiko kematian.

    “Kita berharap vaksinasi bisa berkontribusi besar untuk mencegah pasien bergejala berat hingga berisiko kematian akibat infeksi Covid-19,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari laman Sehat Negeriku.

    Dari laporan 21 Januari-22 Februari 2022, 17.871 pasien yang dirawat di rumah sakit ada 2.489 pasien meninggal dunia. Sebagian besarnya belum divaksinasi lengkap. Kematian juga meningkat pada kelompok lansia, komorbid, dan belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

    Sementara itu jika mendapatkan vaksinasi dan booster maka dapat memberi perlindungan hingga 91% dari kematian ataupun risiko buruk lain karena Covid-19.

    “Oleh sebab itu, pemerintah terus mempercepat laju vaksinasi bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta instansi-instansi lain, seperti TNI dan Polri mengingat pentingnya vaksinasi ini,” ujarnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.