Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Serang Ukraina, Perusahaan Teknologi Rusia Menderita
    Insight News

    Putin Serang Ukraina, Perusahaan Teknologi Rusia Menderita

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2022Updated:2 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sanksi yang diberikan Amerika Serikat kepada Rusia terus berlanjut. Kali ini AS menargetkan sektor teknologi, sebagai tanggapan atas serangan Presiden Vladimir Putin di Ukraina.

    “Kami akan terus menargetkan mesin perang Putin dengan sanksi dari setiap sudut, sampai perang pilihan yang tidak masuk akal ini berakhir,” kata Menteri Keuangan Janet Yellen dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Jumat (1/4/2022).

    Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi pada 21 entitas dan 13 individu, termasuk Perusahaan Saham Gabungan Mikron, pembuat chip dan produsen serta pengekspor mikroelektronika terbesar di Rusia.

    Tindakan yang diambil Kamis (31/3), termasuk membekukan seluruh aset dari mereka yang ditargetkan dan umumnya melarang orang Amerika untuk berurusan dengan entitas Rusia tersebut.

    Mereka yang ditargetkan sanksi AS termasuk Serniya Engineering dan pembuat peralatan Sertal yang berbasis di Moskow. Keduanya dituduh oleh Departemen Keuangan bekerja untuk pengadaan peralatan dan teknologi secara ilegal untuk sektor pertahanan Rusia.

    Kedutaan Rusia di Washington dan Mikron tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tindakan tersebut. Sedangkan Serniya Engineering dan Sertal dilaporkan tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

    Washington juga menetapkan bahwa tiga sektor baru dalam ekonomi Rusia dikenakan sanksi, di bawah perintah eksekutif yang ada. Hal ini memungkinkan Amerika Serikat untuk menjatuhkan tindakan hukuman pada setiap orang atau entitas yang beroperasi di sektor kedirgantaraan, kelautan dan elektronik.

    AS sebelumnya telah memberlakukan sanksi beberapa kali selama lima minggu sejak Rusia melancarkan serangan terbesar terhadap negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

    Moskow menyebutnya sebagai “operasi khusus”. Negara-negara Barat akan terus mencari alasan baru untuk memberikan sanksi terhadap Rusia, kata Putin.

    Putin menyebut bahwa saat ini, negaranya bertujuan untuk mempertahankan pekerjaan yang ada dan juga menciptakan yang baru.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.