Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cincin Saturnus Disebut Bakal Hilang, Ada Apa?
    Insight News

    Cincin Saturnus Disebut Bakal Hilang, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2022Updated:2 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Saturnus dikabarkan akan kehilangan cincinnya. Penyebabnya adalah adanya fenomena ‘hujan cincin’, yakni sebuah planet yang menarik materi cincin yang jatuh dan menguap atau sederhananya Saturnus sedang memakan obyek yang mengelilinginya itu.

    Informasi itu ditemukan dari misi NASA Cassini. Misi tersebut juga menganalisa planet secara ekstensif dan para astronom bisa mengukur jumlah materi cincin yang mengalir ke Saturnus.

    Sebagai informasi, cincin Saturnus terbuat dari batu, es, dan debu. Usianya diperkirakan 10 hingga 100 juta tahun.

    “Partikel-partikel itu perlahan berdesak-desakan dan menabrak satu sama lain. Ada yang bangun diciptakan oleh bulan kecil. Saat Cassini menyelam diantara Saturnus dan cincin itu, kita dapat mengukur jumlah material cincin yang mengalir ke planet,” tutur ilmuwan planet di Jet Propulsion Lab NASA, Linda Spilker, dikutip dari News 18, Jumat (1/4/2022).

    Kabar baiknya, seluruh proses hujan cincin tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Karena tingkat degradasi sekarang, kemungkinan inti cincin menghilang sekitar 100 juta lagi dan 300 juta tahun untuk benar-benar hilang.

    Sementara itu dalam temuan yang berbeda, planet Pluto ditemukan memiliki gunung berapi es relatif baru di permukaannya. Ini berasal dari temuan misi News Horizons NASA.

    Sejauh ini, fitur tersebut belum teramati di tempat lain di dalam tata surya. Bidang gunung berapi es sangat besar disebut cryovolcanoes, ungkap temuan yang dipublikasikan di Nature Communications itu.

    Sejak 2015, pesawat antariksa diketahui terbang di sekitar Pluto dan bulan-bulannya. Tujuannya menganalisa secara rinci wawasan mengenai obyek tersebut.

    “Kami menemukan bidang gunung berapi es yang sangat besar tidak terlihat seperti apapun yang pernah kami lihat di tata surya,” kata wakil ilmuwan proyek di Southwest Research Institute di Boulder Colorado, Kelsie Singer.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.