Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Habiskan Rp 33 T Buat Vaksin Covid, Terbanyak Beli Sinovac
    Insight News

    RI Habiskan Rp 33 T Buat Vaksin Covid, Terbanyak Beli Sinovac

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Maret 2022Updated:31 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan melaporkan telah membelanjakan Rp 33,92 triliun untuk pengadaan vaksin Covid-19 pada periode 2020 hingga 2021. Terbanyak untuk membeli vaksin Sinovac bernama CoronaVac.

    Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia mengatakan Untuk pengadaan vaksin tahun 2020, terdapat sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac dengan harga satuan Rp 211.282, dengan realisasi 99,46 persen.

    Kemudian di tahun 2021, pengadaan vaksin covid-19 setengah jadi buatan Sinovac dan kemudian di produksi Bio Farma jumlah dosisnya mencapai 122 juta dengan harga satuan Rp 135.439.

    Lalu pengadaan vaksin CoronaVac tahap I sebanyak 50 juta dosis, dengan harga satuan Rp 108.914. Lanjut ke vaksin CoronaVac tahap II sebanyak 40 juta dosis, dengan harga satuan Rp 85.506, kemudian vaksin CoronaVac tahap III sebanyak 11,6 juta dosis dengan harga satuan Rp 82.661.

    Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca tahap I terdapat 20 juta dosis dengan harga satuan Rp 78.331, vaksin Pfizer sebanyak 34 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875.

    Masih dari vaksin AstraZeneca, kali ini pada tahap II ada sebanyak 17,4 juta dosis dengan harga satuan Rp 73.877. Dan pengadaan vaksin Covovax sebanyak 9 juta dosis dengan harga satuan Rp 105.230.

    “Ini semua adalah total pengadaan tahun 2020 sampai tahun 2021 dari alokasi anggaran sebanyak Rp 34.095.770.972.000. kami melakukan realisasi sebanyak Rp 33.911.687.826.132 atau 97,64 persen,” ungkapnya.

    Sementara untuk rencana pengadaan vaksin Covid-19 tahun 2022, dimana sebagian pengadaan adalah carry over dari pelaksanaan tahun 2020, yaitu pengadaan vaksin Pfizer bilateral sebanyak 15,3 juta dosis dengan harga satuan Rp 97.875.

    “Ini anggarannya adalah Rp 1,5 triliun,” kata Rizka.

    Dan ada pengadaan untuk AstraZeneca tahap III dengan jumlah 12,6 juta dosis dengan harga satuan Rp 78.330. Sedangkan pada Covid-bio, ada kelebihan produksi di 2021 sebanyak 2,8 juta dosis, dengan harga satuan Rp 71.665.

    Di 2020 adacarry overdari tahun sebelumnya yakni Sinovac-CoronaVac dengan jumlah 20 juta dosis.

    Sedangkan rencana baru pengadaan untuk vaksin anak sebanyak 38,7 juta dosis dengan kebutuhan anggaran Rp 2,7 triliun, dengan harga satuan Rp 71.665.

    “Vaksin Sinovac-CoronaVac karena baru vaksin ini yang disetujui untuk anak-anak baru vaksin CoronaVac atau Sinovac.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.