Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Korsel Tuduh Korut Bohong Soal Rudal Nuklir Antarbenua
    Insight News

    Korsel Tuduh Korut Bohong Soal Rudal Nuklir Antarbenua

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Maret 2022Updated:30 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Korea Utara dilaporkan menggunakan rudal balistik antar benua yang lebih tua. Ini berbeda dengan dugaan sebelumnya yang diperkirakan menggunakan ICBM Hwasong-17.

    Peluncuran yang dilakukan pada 24 Maret lalu diperkirakan oleh pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) menggunakan ICBM, ungkap pejabat kementerian pertahanan. Namun Washington belum secara terbuka mempertimbangkan, dan juru bicara John Kirby mengatakan uji tersebut masih dianalisa.

    Korea Utara diketahui menggunakan Hwasong-17 pada uji coba pertamanya November 2017. Akhirnya melakukan moratorium untuk pengujian ICBM berakhir dengan peluncuran minggu lalu.

    Sejumlah analis open-source mencatat perbedaan pada video dan foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara setelah peluncuran. Nampaknya menunjukkan peluncuran gagal 16 Maret lalu dilihat dari bayangan, cuaca serta faktor lain.

    “Pemilihan Hwasong-15 yang lebih handal dengan tes berhasil pada 2017, bisa dimaksudkan untuk memblokir rumor dan memastikan stabilitas rezim dengan menyampaikan pesan keberhasilan dalam waktu singkat setelah penduduk Pyongyang menyaksikan kegagalan 16 Maret,” ujar kementerian pertahanan, dikutip dari Reuters, Rabu (30/3/2022).

    Uji coba itu juga bisa ditunjukkan bagi peningkatan status sebagai kekuatan militer dan meningkatkan daya tawar pada Korea Selatan, AS, dan masyarakat internasional.

    Sementara itu AS dan Korea Selatan mengatakan pengujian 27 Februari dan 5 Maret menggunakan sistem Hwasong-17. Ini kemungkinan persiapan untuk peluncuran pada jarak jauh.

    Sedangkan Korea Utara tidak pernah mengakui soal peluncuran pada 16 Maret dan kegagalannya. Di sisi lain, Ha Tae Keung selaku anggota parlemen Korea Selatan mengatakan puing-puing uji coba itu menghujani Pyongyang.

    Rudal pada hari Kamis itu terbang selama 67,5 menit pada jangkauan 1.090 km dan ketinggian maksimum 6,248,5 km. Angka itu mirip dengan dari yang dilaporkan oleh Jepang dan Korea Selatan.

    Namun masih lebih lama pada tes Hwasong-15 pertama, yakni selama 53 menit dan ketinggian 4.475 km serta jangkauan 950 km.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.