Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»26,7 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Ini Penjelasan Kemenkes
    Insight News

    26,7 Juta Vaksin Covid RI Kadaluarsa, Ini Penjelasan Kemenkes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Maret 2022Updated:30 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan menjelaskan kendala utama penyebab adanya vaksin Covid-19 yang kadaluarsa. Salah satunya akibat vaksin hibah yang masuk ke Indonesia memiliki expiry date (masa kadaluarsa) pendek.

    “Vaksin hibah disampaikan Kemenlu, umurnya pendek itu yang saya kira menyebabkan makin lama angka expiry date makin tinggi. umur vaksin, terutama vaksin AstraZeneca yang diberikan ke kita pendek,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu dalam RDP dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (30/3/2022).

    Selain itu dia mengatakan adanya banyak penolakan dari sejumlah daerah untuk AstraZeneca. Hal tersebut membuat vaksin menumpuk di Biofarma dan belum didistribusikan.

    “Kirim ke daerah ada yang bilang jangan dulu di kirim ke Biofarma, menumpuk lagi di Biofarma. Di daerah percepatan AstraZeneca sangat pelan,” tambah Maxi.

    Sebelumnya,dia menjelaskan hingga 31 Maret masih ada tambahan sekitar 1,078 juta vaksin yang akan habis hingga 31 Maret 2022 mendatang. Terbanyak keberadaan berada di Bali dan Nusa Tenggaa Timur, dengan jumlah terbanyak adalah AstraZeneca serta sebagian Sinovac.

    Untuk Sinovac, menurutnya akan habis karena untuk anak. Jadi akan mudah mencari sasarannya.

    Sementara untuk lebih dari 1 juta yang mungkin kadaluwarsa, kemungkinan bisa habis setengah dari jumlah itu. “1,075 juta akhir bulan ini. Mudah-mudahan bisa selesai separuh di dua hari ini,” kata dia.

    Sementara itu jumlah vaksin yang sudah kadaluwarsa mencapai 26,7 juta dosis. Karena masih ada di cold chain dan membuat beban karena akan ada kedatangan vaksin Covid-19 serta untuk imunisasi bayi dan balita.

    Menurutnya, vaksin yang kadaluwarsa itu akan dilakukan pemusnahan. “Ada vaksin rutin imunisasi bayi balita cold chain yang sama. Usulkan ke pak menteri (Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin) dilakukan pemusnahan yang expiry date,” jelas Maxi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.