Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Di-Blacklist Biden, Kaspersky: Tidak Konstitusional
    Insight News

    Di-Blacklist Biden, Kaspersky: Tidak Konstitusional

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Maret 2022Updated:28 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan anti virus Kaspersky mengaku kecewa atas keputusan Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat yang memasukan mereka ke daftar hitam perusahaan.

    Keputusan tersebut melarang penggunaan subsidi federal terkait telekomunikasi tertentu untuk membeli produk dan layanan Kaspersky.

    Menurut perusahaan asal Rusia itu, keputusan yang dibuat FCC tidak didasarkan pada penilaian teknis apa pun atas produk Kaspersky, melainkan dibuat atas dasar politik.

    Kaspersky menyatakan bahwa larangan Pemerintah Amerika Serikat terhadap entitas federal dan kontraktor federal untuk menggunakan produk dan layanan Kaspersky tidak konstitusional, didasari tuduhan yang tidak berdasar, dan tidak memiliki bukti kesalahan publik oleh perusahaan.

    “Karena tidak ada bukti publik yang membenarkan tindakan tersebut, dan pengumuman FCC secara khusus merujuk pada penetapan Departemen Keamanan Dalam Negeri 2017 sebagai dasar keputusan,” kata Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Senin (28/3/2022)

    Pejabat AS telah lama mengatakan bahwa software Kaspersky dapat membuka jaringan Amerika untuk memfitnah aktivitas dari Moskow dan melarang produk antivirus unggulan Kaspersky dari jaringan federal pada tahun 2017. Perusahaan antivirus itu telah secara resmi menyangkal menjadi alat mata-mata pemerintah Rusia.

    Pihak Kaspersky menyebut akan terus meyakinkan mitra dan pelanggannya tentang kualitas dan integritas produknya. Mereka tetap siap bekerja sama dengan lembaga pemerintah Amerika Serikat untuk mengatasi masalah FCC dan badan regulator lainnya.

    “Kaspersky telah menyatakan dengan jelas bahwa tidak memiliki ikatan dengan pemerintah mana pun, termasuk pemerintah Rusia.” pungkasnya.

    Dikabarkan sebelumnya, FCC AS menambahkan beberapa perusahaan yang dianggap mengancam bagi keamanan nasional. Kaspersky termasuk di dalamnya, bersama dengan China Telecom (Americas) Corp dan China Mobile International USA.

    Ketiga perusahaan masuk dalam daftar, menyusul lima perusahaan China lainnya ,termasuk Huawei dan ZTE Corp, yang lebih dulu ada di dalam daftar.

    Perusahaan antivirus Kaspersky menjadi perusahaan Rusia pertama yang masuk dalam daftar hitam regulator AS.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.