Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aneh! Binomo Sudah 75 Kali Diblokir Bappebti, Kok Bisa Lolos?
    Insight News

    Aneh! Binomo Sudah 75 Kali Diblokir Bappebti, Kok Bisa Lolos?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Maret 2022Updated:25 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Aplikasi Binomo berkali-kali sudah diblokir oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Namun nyatanya aplikasi tersebut masih bisa lolos dan kembali bisa diakses oleh masyarakat.

    Diakui oleh Plt. Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana, pihaknya sudah melakukan penutupan akses Binomo. Ini juga dilakukan dengan koordinasi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Polri, untuk takedown platform yang muncul baru-baru ini.

    Pemblokiran yang dilakukan sejak 2019 itu, Binomo terus kembali lagi. Sebab aplikasi itu akhirnya kembali dengan nama yang berbeda.

    “Memang Binomo ini sangat gencar, namanya ada Binomo.com, Binomo.io, macam-macam dia munculnya,” ujar Wisnu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, dikutip Jumat (25/3/2022).

    Alamat IP dari Binomo itu berada di luar negeri. Ini juga membuat meski sudah diblokir, platform masih bisa diakses melalui VPN.

    “Nah tapi memang kita koordinasi dengan Polri yang arah-arah ke sana kita blokir dari Kominfo,” jelasnya.

    Baik Binomo dan Quotex membuat heboh masyarakat beberapa waktu terakhir. Sebab skema binary option ini memunculkan banyak korban di kemudian hari.

    Satgas Waspada Investasi (SWI) menjelaskan binary option adalah kegiatan perdagangan online yang ilegal. Alasannya karena sifatnya yang merupakan judi dan tidak ada barang yang diperdagangkan.

    “Sifatnya hanya untung-untungan. Menang atau kalah dalam menebak harga suatu komoditi dan naik atau turunnya dalam periode tertentu, yang bisa merugikan masyarakat,” ujar Ketua SWI, Tongam L.Tobing.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.