Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Anak 16 Tahun Disebut Dalang Pembobolan Microsoft, Benarkah?
    Insight News

    Anak 16 Tahun Disebut Dalang Pembobolan Microsoft, Benarkah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2022Updated:24 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang remaja berusia 16 tahun asal Inggris diduga berada di belakang kelompok peretas Lapsus$. Kelompok itu dikenal karena mengklaim meretas dari perusahaan besar seperti Microsoft dan Okta.

    Temuan ini berasal dari investigasi para peneliti keamanan siber. Bloomberg melaporkan remaja itu diduga tinggal di dekat Oxford bersama ibunya, dikutip dari Engadget, Kamis (24/3/2022).

    Para peneliti mengidentifikasi tujuh akun yang terkait dengan Lapsus$. Salah satunya merujuk pada satu remaja lain di Brasil.

    Menurut mereka, remaja Inggris ini menjadi dalang dan berada di balik beberapa peretasan utama kelompok itu. Namun laporan tersebut, tidak bisa menghubungkan remaja dengan semua serangan yang dilakukan Lapsus$.

    Hasil temuan itu berasal dari bukti forensik dari peretasan dan informasi publik. Ternyata peretas saingan mengunggah detail remaja tersebut secara online, termasuk data alamat dan informasi mengenai orang tuanya.

    Dalam laporan Bloomberg tidak menyebutkan informasi terkait remaja tersebut. Namun hanya menyebutkan dia menggunakan alias White dan breachbase.

    White dikatakan sangat ahli dalam meretas dan sangat cepat dalam apa yang dilakukan. Ini membuat para peneliti sempat mengira serangan itu dilakukan secara otomatis.

    Sejumlah peneliti keamanan siber percaya jika kelompok itu tidak hanya memiliki motivasi tinggi. Namun juga punya tujuan untuk ketenaran, sebab aktor kejahatan tak menutup kejahatan.

    Misalnya saja pada kejadian peretasan Microsoft, Lapsus$ mengumumkan pekerjaannya itu di media sosial dan secara publik memposting panggilan pada karyawan yang bersedia menjual login perusahaannya.

    Selain itu pelaku kejahatan juga bergabung dengan saluran komunikasi target. Misalnya pada panggilan Zoom, mereka mengejek orang-orang yang menanggapi serangannya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.