Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PPN Naik Jadi 11%, Begini Nasib Penjualan Ponsel di RI
    Insight News

    PPN Naik Jadi 11%, Begini Nasib Penjualan Ponsel di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Maret 2022Updated:23 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar smartphone tanah air diperkirakan akan bertumbuh 8% tahun ini. Pada 2022, IDC memprediksi akan ada 44 juta unit ponsel di Indonesia.

    Tahun ini, IDC memperkirakan pasokan smartphone meningkat secara bertahap. Para vendor akan mulai menambah stok sebelum bulan Ramadhan datang.

    Selain itu para perusahaan juga diprediksi akan mempersiapkan diri menghadapi perubahan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selain juga persiapan menghadapi kenaikan pajak penghasilan (PPN) mulai April 2022 mendatang.

    “Meskipun sebagian besar vendor smartphone telah mempersiapkan diri untuk menghadapi peningkatan TKDN, masih ada ketidakpastian untuk lini produk higher-end mereka yang mungkin akan diatur lebih ketat. Ada kemungkinan distributor smartphone akan menumpuk stok sebelum pajak dinaikkan dari 10% ke 11%”  ujar Associate Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, dikutip dari keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (23/3/2022).

    “Merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 yang belum lama ini terjadi, diperkirakan akan mempercepat perkembangan jaringan 4G dan 5G di Indonesia”.

    IDC dalam laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mengungkapkan pertumbuhan tahun ini terjadi setelah ada tren pemulihan pada 2021. Tahun lalu pengiriman smartphone mencapai 40,9 juta unit dengan pertumbuhan sebesar 11%.

    Paruh pertama 2021 mengalami pertumbuhan sangat kuat 47% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sementara paruh kedua tahun lalu pasar mengalami pelambatan.

    Sementara itu dalam laporan yang sama, Oppo menduduki posisi pertama penguasa pasar smartphone untuk Q4-2021. Perusahaan itu mengirimkan 2,1 juta unit dan pangsa pasar sebanyak 20%.

    Vivo berada di belakang Oppo dengan pengiriman 2 juta unit dan pangsa pasar 19,6%. Menurut IDC, capaian keduanya karena mampu mempertahankan stabilitas pasokan di masing-masing perusahaan.

    Baik Oppo dan Vivo juga memimpin segmen low-end dan mid-rage. Kedua segmen itu mencakup tiga perempat pangsa pasar smartphone dalam negeri pada kuartal 4 tahun lalu.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.