Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dituding Jadi Mata-mata Rusia, Bos Kaspersky Meradang!
    Insight News

    Dituding Jadi Mata-mata Rusia, Bos Kaspersky Meradang!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2022Updated:20 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Keamanan Siber Jerman, BSI (Federal Security Authority) mengeluarkan peringatan tentang produk anti-virus dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky. Mereka menyebut perusahaan itu terlibat dalam serangan peretasan (hacking) di tengah perang Rusia-Ukraina.

    Merespon hal tersebut, CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky, mengirimkan surat terbuka sebagai tanggapan atas peringatan penggunaan produk Kaspersky oleh Jerman.

    Eugene mengatakan bahwa klaim ini adalah spekulasi yang tidak didukung oleh bukti objektif apa pun atau detail teknis. Tidak ada bukti penggunaan atau penyalahgunaan Kaspersky untuk tujuan berbahaya seperti yang dituduhkan.

    “Tanpa bukti tersebut, saya hanya dapat menyimpulkan bahwa keputusan BSI dibuat atas dasar politik semata,” ujar Eugene Kaspersky dalam surat terbukanya, dikutip Kamis (17/3/2022).

    Ia menyebut tuduhan ini sungguh ironis. Padahal Kaspersky selalu mengadvokasi objektivitas, transparansi, dan selalu bekerja sama dengan Eropa, memutuskan atau terpaksa membatalkan prinsipnya dalam semalam.

    Eugene mengatakan, Kaspersky hanya diberi waktu beberapa jam untuk menjawab tuduhan palsu yang tidak berdasar ini. Bahkan mereka tidak ada undangan untuk berdialog.

    “Meskipun ada panggilan terus-menerus dari Kaspersky untuk melakukan audit mendalam terhadap kode sumber, pembaruan, arsitektur, dan proses kami di Pusat Transparansi Kaspersky di Eropa, BSI tidak pernah melakukannya,” ungkapnya.

    Padahal faktanya, Kaspersky selama bertahun-tahun telah melakukan transparansi yang lebih besar dengan upaya jutaan euro untuk merelokasi data ancaman pengguna Eropa ke Swiss sebagai bagian dari Inisiatif Transparansi Global.

    “Itulah mengapa saya menganggap keputusan BSI sebagai serangan yang tidak beralasan dan tidak adil terhadap perusahaan saya dan khususnya terhadap karyawan Kaspersky di Jerman dan Eropa,” tutur Eugene.

    Kerusakan reputasi dan bisnis dari keputusan BSI membuat dampak cukup signifikan. Dihapusnya Kaspersky di Jerman tidak akan membuat Jerman atau Eropa lebih aman.

    Justru sebaliknya, Eugene menerangkan, keputusan BSI malah bikin pengguna Jerman untuk menghapus satu-satunya antivirus yang menurut AV-Test, telah menjamin perlindungan 100% dari ransomware.

    Ini berarti bahwa produsen peralatan industri Jerman tidak akan lagi menerima informasi tentang kerentanan dalam software maupun perangkat mereka.

    Misalnya, bagi raksasa otomotif Jerman mereka tidak akan menyadari bug yang memungkinkan penyerang untuk menyalip seluruh sistem komputer on-board dan mengubah logikanya.

    “Pesan saya kepada BSI, yang sekarang tampaknya menghindari kontak dengan tim Jerman kami, sederhana saja, kami menganggap keputusan ini tidak adil dan benar-benar salah. Meskipun demikian, kami tetap terbuka untuk menangani masalah apa pun yang mungkin Anda miliki dengan cara yang objektif, teknis, dan jujur.” pungkasnya.

     

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.