Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Benarkah Ada Super-Immunity Covid-19 di RI, Ini Risetnya!
    Insight News

    Benarkah Ada Super-Immunity Covid-19 di RI, Ini Risetnya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Maret 2022Updated:18 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah penduduk Indonesia ternyata memiliki super-immunity. Yakni mendapatkan imunitas dari vaksinasi serta infeksi virus Covid-19. Super-immunity ini terungkap dari riset Serologi Survey yang dilakukan pada November dan Desember 2021 lalu.

    “Penduduk yang pernah terinfeksi alamiah dan kemudian divaksinasi dia paling tinggi, disebut imunitas hybrid, penduduk mempunyai kombinasi imunitas pernah terinfeksi (alamiah) dan mendapatkan vaksinasi dari pemerintah minimal satu kali. Fenomena super immunity paling tinggi di sana,” kata Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, pada keterangan pers Hasil Serologi Survey Nasional, Jumat (18/3/2022).

    Hal ini juga yang mendasari pemerintah untuk booster dengan jenis vaksin berbeda. Menurutnya ini meniru cara kerja alam untuk mendapatkan kadar antibodi paling tinggi.

    Dengan pemberian dosis vaksin Covid-19 lanjutan, dapat meningkatkan antibodi yang sebelumnya juga cukup tinggi. Selain juga diharapkan meningkatkan antibodi yang menurun dengan mendapatkan vaksinasi booster.

    “Lebih dari 40% lebih mempunyai antibodi levelnya cukup tinggi. Melakukan vaksinasi mencapai kondisi kadar antibodi tertinggi,” jelasnya.

    Dia juga menekankan pentingnya vaksinasi bagi masyarakat sebanyak-banyaknya, saat adanya varian baru. Dengan vaksinasi juga membuktikan mendapatkan imunitas cukup tinggi.

    Misalnya saat bulan Desember baru 50% penduduk yang memiliki imunitas cukup tinggi. Namun selain dengan vaksinasi, juga adanya masyarakat yang sudah terkena infeksi.

    Ini juga membuat konsep herd immunity menjadi tidak relevan lagi. Karena konsep itu menekankan pada suatu patogen, kuman, virus relatif tidak berubah dengan cepat.

    “Situasi menghadapi SARS-CoV-2 yang evolusi tidak pernah berhenti hanya waktunya dan kecepatannya bervariasi. Itu menjadi tidak relevan. Karena dikhawatirkan mutasi yang bisa menghindar dari imunitas,” kata Pandu.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.