Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Drone Switchblade, Senjata AS Buat Ukraina Lawan Rusia
    Insight News

    Ini Drone Switchblade, Senjata AS Buat Ukraina Lawan Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2022Updated:17 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden memutuskan untuk mengirimkan paket senjata senilai US$800 juta untuk membantu Ukraina melawan serangan militer Ukraina.

    Paket senjata itu terdiri dari hampir 10.000 senjata anti armor, 800 sistem Stinger anti-pesawat, darn ribuan senjata. Dalam daftar itu juga muncul 100 “sistem udara taktis tak berawak”.

    Seorang pejabat militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan 100 senjata tak berawak yang bakal dikirimkan ke Ukraina adalah drone kecil bunuh diri yang diberi nama Switchblade, seperti dikutip dari ABC News, Rabu (17/3/2022).

    Tidak seperti drone Predator jarak jauh, yang terlihat mirip dengan pesawat kecil dan menembakkan rudal ke sasaran, model Switchblade terkecil dapat dimasukkan ke dalam ransel dan terbang langsung ke sasaran untuk meledakkan hulu ledak kecilnya.

    Panjangnya kurang dari 61 centimeter (cm) dan beratnya hanya 3 kh, Switchblade 300 dapat diluncurkan dari tabung kecil yang menyerupai mortar, setelah itu dapat terbang hingga 15 menit. Switchblade 600 yang ukurannya lebih besar efektif melumpuhkan kendaraan lapis baja dan dapat terbang selama lebih dari 40 menit, tetapi beratnya 23 Kg, menurut pembuat senjata ini.

    Pejabat AS tidak dapat mengatakan apakah salah satu atau kedua sistem ini akan dimasukkan dalam 100 unit yang bakal dikirim ke Ukraina.

    Kedua Switchblade menggunakan sensor onboard dan GPS untuk memandu mereka ke target mereka. Keduanya juga memiliki fitur “wave-off” sehingga operator manusia dapat membatalkan serangan jika warga sipil muncul di dekat target atau jika musuh mundur.

    “Ini dirancang untuk Komando Operasi Khusus AS dan merupakan jenis sistem senjata yang dapat memiliki dampak langsung di medan perang,” kata Mick Mulroy, mantan wakil asisten menteri pertahanan dan analis keamanan dan pertahanan nasional.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.