Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai Matahari Besar Meluncur ke Bumi, Ini Dampak Seramnya
    Insight News

    Badai Matahari Besar Meluncur ke Bumi, Ini Dampak Seramnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Maret 2022Updated:16 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai Matahari diperkirakan akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Bagaimana dampaknya kepada Bumi?

    Peringatan tersebutĀ diungkapkan oleh Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) dan Meteorologi Inggris atau British Met Office.

    Namun lembaga tersebut menyatakan tidak perlu khawatir dengan aktivitas tersebut. Sebab badai Matahari disebut tidak akan menyebabkan kerusakan pada Bumi, dikutip dari Science Alert, Rabu (16/3/2022).

    Bumi dilaporkan sudah lebih dulu dilanda badai geomagnetik ringan serta sedang dalam beberapa hari terakhir. Badai tersebut masuk dalam kategori G1 dan G2 dalam skala 5, G5 merupakan yang paling ekstrem.

    Dampak dari badai tersebut kemungkinan akan mempengaruhi sinyal radio frekuensi tinggi di lintang tinggi. Perlu adanya tindakan korektif disiapkan bagi satelit karena pergeseran lokasi.

    Kemungkinan lain adalah adanya fluktuasi jaringan listrik dan beberapa gangguan pada aktivitas hewan yang bermigrasi.

    Selain itu masyarakat Bumi bisa melihat adanya peningkatan aurora borealis dan australis. “Ada kemungkinan peningkatan pada aurora oval pada waktu-waktu selama 13 dan 14 Maret sebagai akibat dari dua Coronal Mass Ejections (CME) dan aliran kecepatan tinggi lubang koronal yang tiba di Bumi,” kata British Met Office.

    Pertunjukan aurora tersebut dapat dilihat pada garis lintang 55 derajat di setiap kutub.

    Sebagai informasi, badai Matahari merupakan cuaca antariksa yang cukup normal terjadi setiap kali Matahari tumbuh lebih aktif. Oleh karena itu CME dan angin Matahari menyebabkan gangguan pada medan magnet Bumi dan atmosfer bagian atas.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.