Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alert! Badai Matahari Hantam Bumi Pekan Ini, Dampaknya?
    Insight News

    Alert! Badai Matahari Hantam Bumi Pekan Ini, Dampaknya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2022Updated:16 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Warga Bumi diberi peringatan bahwa akan terjadi badai geomagnetik ringan dan sedang atau badai Matahari selama beberapa hari ke depan.

    Peringatan tersebut dirilis oleh Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) dan Meteorologi Inggris atau British Met Office.

    Namun demikian, badan tersebut menyatakan tidak perlu khawatir karena badai tidak akan menyebabkan kerusakan di Bumi, demikian dikutip CNBC Indonesia dari Science Alert, Selasa (15/3/2022).

    Sebab menurut mereka, Bumi sebenarnya sudah lebih dulu dilanda badai geomagnetik ringan dan sedang selama beberapa hari terakhir.

    Badai yang terjadi masuk dalam kategori G1 dan G2 pada skala badai matahari lima tingkat, dimana G5 menjadi yang paling ekstrem.

    Dampak badai ini kemungkinan akan mempengaruhi beberapa sinyal radio frekuensi tinggi di lintang tinggi. Untuk itu tindakan korektif perlu disiapkan bagi satelit karena pergeseran lokasi.

    Kemungkinan lain juga akan ada, dimana fluktuasi jaringan listrik dan beberapa gangguan pada aktivitas hewan yang bermigrasi.

    Warga Bumi juga dapat melihat peningkatan aurora borealis dan aurora australis.

    “Ada kemungkinan peningkatan pada aurora oval pada waktu-waktu selama 13 dan 14 Maret sebagai akibat dari dua Coronal Mass Ejections (CME) dan aliran kecepatan tinggi lubang koronal yang tiba di Bumi,” kata British Met Office.

    Pertunjukan cahaya ini dapat dilihat pada garis lintang 55 derajat, di setiap kutub.

    Badai matahari sendiri adalah cuaca luar angkasa yang cukup normal, terjadi setiap kali Matahari tumbuh lebih aktif.

    Akibatnya, CME dan angin matahari menyebabkan gangguan pada medan magnet bumi dan atmosfer bagian atas. Dan saat ini, keduanya sedang terjadi.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.