Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Facebook Beri Izin Netizen Maki-maki Putin & Tentara Rusia
    Insight News

    Facebook Beri Izin Netizen Maki-maki Putin & Tentara Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Maret 2022Updated:12 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta akan mengizinkan pengguna Facebook dan Instagram di sejumlah negara untuk adanya kekerasan yang dilakukan oleh Rusia dan tentara Rusia, dalam konteks invasi Ukraina.

    Informasi ini berdasarkan email internal yang dilihat oleh Reuters pada Kamis, 10 Maret 2022, tentang perubahan sementara kebijakan hate speech di platformnya.

    Menurut e-mail internal kepada moderator konten, Meta secara sementara mengizinkan sejumlah unggahan yang menyerukan kematian kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atau Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

    “Sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina, untuk sementara kami mengizinkan bentuk ekspresi politik yang biasanya melanggar aturan kami seperti pidato kekerasan seperti ‘matikan penjajah Rusia’,” kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/3/2022).

    Meski begitu, Meta tetap tidak mengizinkan seruan untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil Rusia.

    Berdasarkan informasi tersebut, seruan kematian untuk para pemimpin akan diizinkan kecuali mengandung target lain atau memiliki dua indikator kredibilitas seperti lokasi atau metode.

    Padahal, kedutaan Rusia di Amerika Serikat menuntut agar AS menghentikan ‘aktivitas ekstremis’ Meta.

    “Pengguna Facebook dan Instagram tidak memberikan hak kepada pemilik platform ini untuk menentukan kriteria kebenaran dan mengadu domba satu sama lain,” kata kedutaan Rusia.

    Perubahan kebijakan sementara pada seruan kekerasan terhadap tentara Rusia berlaku di Armenia, Azerbaijan, Estonia, Georgia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, Rusia, Slovakia, dan Ukraina, menurut satu email.

    Dalam e-mail yang baru-baru ini dikirim ke moderator, Meta menyoroti perubahan dalam kebijakan ujaran kebencian yang berkaitan dengan tentara Rusia dan Rusia dalam konteks invasi.

    “Kami mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan pidato kekerasan T1 yang seharusnya dihapus berdasarkan ujaran kebencian, jika: a. menargetkan tentara Rusia, kecuali tawanan perang atau b. menargetkan orang Rusia yang jelas konteksnya adalah invasi Rusia ke Ukraina (misalnya untuk konten yang menyebutkan invasi atau pembelaan diri), dan lain-lain,” kata perusahaan dalam email pada moderator.

    Masih dalam email yang sama, pihak Facebook menyebut perubahan kebijakan terkait hate speech ini dilakukan dengan konteks yang spesifik, yakni tentara Rusia.

    “Kebijakan Hate Speech tetap melarang seruan serangan ke penduduk Rusia.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (cha/cha)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.