Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Serang Ukraina, Sony Setop Jual PlayStation di Rusia
    Insight News

    Putin Serang Ukraina, Sony Setop Jual PlayStation di Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Maret 2022Updated:11 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sony mengungkapkan telah berhenti menjual konsol dan perangkat lunak (software) PlayStation di Rusia. Perusahaan Jepang ini menjadi entitas terbaru yang menarik diri dari negara dipimpin Vladimir Putin ini karena perang Ukraina.

    Seorang perwakilan untuk unit video game Sony mengatakan dalam sebuah pernyataan perusahaan telah menangguhkan semua pengiriman software dan perangkat keras (hardware) ke Rusia, serta peluncuran judul balap baru Gran Turismo 7. PlayStation Store juga tidak akan lagi tersedia di Rusia.

    “Sony Interactive Entertainment (SIE) bergabung dengan komunitas global dalam menyerukan perdamaian di Ukraina,” kata Sony seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (10/3/2022).

    “Untuk mendukung bantuan kemanusiaan, Sony Group Corporation mengumumkan sumbangan US$2 juta kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan LSM internasional, Save the Children, untuk mendukung para korban tragedi ini,” tambah pernyataan perusahaan itu.

    Keputusan Sony adalah salah satu langkah industri yang paling signifikan. Perusahaan ini memiliki kehadiran terbesar di Rusia dari semua pembuat konsol, menurut pelaku industri.

    “PlayStation memiliki basis terpasang terbesar di Rusia, jadi ini keputusan yang sangat sulit dari sudut pandang keuangan, itu adalah Sony,” ujar Lewis Ward, kepala game di perusahaan riset IDC.gara.

    Merek ikonik McDonald’s, Coca-Cola, PepsiCo, dan Starbucks telah menangguhkan operasi di Rusia di tengah protes atas invasi negara itu ke Ukraina.

    Pekan lalu, perusahaan video game mulai mengambil langkah untuk memutuskan hubungan dengan Rusia. CD Projekt, pembuat game sci-fi Cyberpunk 2077, dan Electronic Arts, mengatakan mereka akan memblokir semua penjualan game dan konten di Rusia dan Belarusia.

    Pekan lalu, Microsoft mengatakan mereka akan menghentikan semua penjualan baru produk dan layanannya di Rusia, termasuk konsol game Xbox, perangkat lunak, dan layanan berlangganan.

    Epic Games, pengembang game Fortnite, mengikuti keesokan harinya, dengan mengatakan itu “menghentikan perdagangan dengan Rusia di game kami.”

    [Dexpert.co.id]

    (roy/dru)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.