Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker China Dalang Pembobolan Jaringan Permerintah AS
    Insight News

    Hacker China Dalang Pembobolan Jaringan Permerintah AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Maret 2022Updated:10 Maret 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan keamanan siber Mandiant merilis laporan adanya sebuah kelompok hacker yang disponsori China meretas jaringan komputer AS.

    Laporan Mandiant menyebutkan kelompok hacker ini telah berhasil menyusup ke jaringan komputer setidaknya enam pemerintah negara bagian AS antara Mei 2021 hingga Februari 2022. Kelompok tersebut bernama APT41.

    Kelompok hacker ini diduga mengeksploitasi kerentanan dalam aplikasi web untuk bisa masuk jaringan pemerintah negara bagian AS, tulis laporan Mediant, seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (10/3/2022).

    Menurut Mandiant, APT41 melakukan spionase (aktivitas memata-matai) atas nama pemerintah China, memanfaatkan kelemahan perangkat lunak dan dengan cepat mengeksploitasi kerentanan keamanan yang dipublikasikan oleh para peneliti. Peretas juga mengadaptasi alat mereka untuk menyerang melalui metode yang berbeda.

    “Aktivitas APT41 baru-baru ini terhadap pemerintah negara bagian AS terdiri dari kemampuan baru yang signifikan, dari vektor serangan baru hingga alat dan teknik pasca-kompromi,” kata para peneliti.

    “APT41 dapat dengan cepat mengadaptasi teknik akses awal mereka dengan mengompromikan kembali lingkungan melalui vektor yang berbeda, atau dengan cepat mengoperasionalkan kerentanan baru.”

    “Tujuan keseluruhan dari kampanye APT41 masih belum diketahui. Kegigihan mereka untuk mendapatkan akses ke jaringan pemerintah, dicontohkan dengan kembali mengkompromikan korban sebelumnya dan menargetkan beberapa lembaga di negara bagian yang sama, menunjukkan bahwa apa pun yang mereka kejar itu penting. Kami telah menemukan mereka di mana-mana, dan itu mengerikan,” kata para peneliti Mandiant.

    CNBC Internasional mencoba mengkonfirmasi laporan ini kekedutaan China di Inggris tetapi belum mendapatkan respons.

    Mandiant adalah perusahaan keamanan siber yang terdaftar di Nasdaq yang berbasis di AS. Pekan lalu Google mengatakan mereka berencana untuk mengakuisisi perusahaan tersebut dengan nilai sekitar US$5,4 miliar.

    Peneliti lain, termasuk dari BlackBerry, sebelumnya telah mengidentifikasi APT41 sebagai “kelompok ancaman siber yang disponsori negara Tiongkok.” Hal Ini didasarkan pada penelitian yang diterbitkan perusahaan tahun lalu yang didasarkan pada laporan lain tentang APT41 dan mengungkap serangan siber lain yang telah dilakukan kelompok tersebut.

    China telah berulang kali membantah terlibat dalam spionase dunia maya. Pada September 2020, Departemen Kehakiman AS mendakwa lima warga negara China, termasuk beberapa yang dikatakan sebagai bagian dari APT41.

    Bulan lalu, Direktur FBI Christopher Wray menuduh pemerintah China “berusaha mencuri” informasi dan teknologi dan meluncurkan serangan siber. Tahun lalu, AS, Uni Eropa, NATO, dan sekutu lainnya menyalahkan China atas serangan siber besar-besaran di server email Microsoft Exchange.

    Zhao Lijin, juru bicara kementerian luar negeri China, membantah bahwa China berada di balik serangan Microsoft Exchange.

    “China dengan tegas menentang dan memerangi segala bentuk serangan siber, dan tidak akan mendorong, mendukung, atau memaafkan serangan siber apa pun,” kata Zhao pada bulan Juli.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/dru)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.