Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bitcoin Terbang, Penipu Kripto Menggila Kuras Rekening Rp 35 Triliun
    Insight News

    Bitcoin Terbang, Penipu Kripto Menggila Kuras Rekening Rp 35 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Desember 2024Updated:20 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena penipuan di ranah digital kian mengkhawatirkan. Jumlah korban makin banyak yang mengalami kerugian, terutama dari segi keuangan.

    Salah satu bentuk penipuan yang paling sering terdengar adalah pencurian mata uang kripto. Angkanya melonjak 21% di 2024 menjadi US$2,2 miliar atau setara Rp 35,7 triliun, menurut laporan dari firma analis blockchain, Chainalysis.

    Pada 2023, kerugian dari pencurian mata uang kripto ‘hanya’ US$1,8 miliar atau setara Rp 29,2 triliun.

    Kerugian dari peretasan mata uang kripto melebihi angka US$1 miliar dalam 4 tahun terakhir. Jumlah insidennya pun melonjak dari 282 kasus di 2023 menjadi 303 kasus di 2024.

    Dikutip dari Reuters, Jumat (20/12/2024), peningkatan pencurian mata uang kripto melonjak seiring peningkatan harga Bitcoin tahun ini yang mencapai 140%.

    Harga Bitcoin tembus US$100.000 menyusul kemenangan Presiden AS terpilih Donald Trump. Dalam kampanyenya, Trump mengatakan mendukung industri kripto sepenuhnya.

    “Seiring dengan booming-nya pasar aset digital, penggunaan ilegal kripto juga bertumbuh,” kata peneliti keamanan siber Chainalysis, Eric Jardine.

    “Perlawanan terhadap pelanggaran kripto, terutama penipuan, menjadi tantangan besar yang dihadapi industri tahun depan,” ia menambahkan.

    Pencurian kripto tahun ini didominasi pelanggaran terhadap kunci pribadi yang mengontrol akses ke aset pengguna. Sebagian besar serangan menargetkan platform terpusat, kata laporan itu.

    Di antara peretasan yang paling menonjol adalah pencurian lebih dari US$305 juta dari bursa kripto Jepang DMM Bitcoin pada bulan Mei dan hilangnya $235 juta dari WazirX India pada bulan Juli.

    Peretasan kripto yang terkait dengan Korea Utara meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu ke rekor tertinggi $1.3 miliar pada tahun 2024, kata Chainalysis.

    PBB menyebut mata uang kripto memungkinkan Korea Utara menghindari sanksi internasional. Negara kekuasaan Kim Jong Un tersebut secara rutin menyangkal keterlibatannya dalam peretasan dunia maya atau pencurian kripto.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kemenperin Buka Suara Soal Isu Launching IPhone 16





    Next Article



    Penipu Kripto Kuras Rekening Rp 3,5 T Ditangkap, FBI Bongkar Modusnya



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.