Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Dihajar Habis-habisan Jelang Pelantikan Trump
    Insight News

    China Dihajar Habis-habisan Jelang Pelantikan Trump

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Desember 2024Updated:19 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Jelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump pada 20 Januari 2025, hubungan AS dan China kian memanas. Aksi pemblokiran dilakukan bertubi-tubi.

    AS baru-baru ini mengumumkan pengetatan pemblokiran terhadap chip dan alat pembuat chip canggih tahap ketika ke China. Selain itu, TikTok yang merupakan anak usaha ByteDance asal China juga terancam diblokir pada 19 Januari 2025.

    China tak tinggal diam. Negara kekuasaan Xi Jinping itu turut memperkuat pemblokiran terhadap 3 mineral penting ke AS. Masing-masing germanium, gallium, dan antimon.

    Terbaru, otoritas Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan pelarangan terhadap router internet asal China, TP-Link Technology. Alasannya bersumbu pada ancaman keamanan nasional.

    Menurut beberapa sumber yang familiar dengan isu tersebut, produk-produk TP-Link terkait dengan serangan siber di AS, dikutip dari Reuters, Kamis (19/12/2024).

    Pada Agustus lalu, dua pemangku kebijakan AS mendesak pemerintahan Joe Biden untuk melakukan penyelidikan terhadap TP-Link dan afiliasinya. Pasalnya, router Wi-Fi tersebut dikatakan bisa digunakan untuk menyerang AS.

    Departemen Perdagangan, Pertahanan, dan Kehakiman AS telah melancarkan penyelidikan terpisah terhadap TP-Link. Hasilnya, otoritas merencanakan pemblokiran terhadap penjualan router TP-Link di AS mulai tahun depan.

    Kantor Departemen Perdagangan bahkan telah memanggil TP-Link ketika Departemen Pertahanan meluncurkan penyelidikannya pada awal tahun ini, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

    Saham Netgear, perusahaan jaringan rumah berbasis San Jose yang merupakan pesaing TP-Link, melesat 12% menyusul laporan rencana pemblokiran TP-Link pada Rabu (18/12) waktu setempat.

    Tahun lalu, Lembaga Infrastruktur dan Keamanan Siber AS mengatakan router TP-Link memiliki kerentanan yang bisa dieksploitasi untuk menggencarkan kode remot.

    Departemen Kehakiman dan Departemen Perdagangan menolak memberikan komentar. Sementara Departemen Pertahanan tidak segera merespons permintaan komfirmasi dari Reuters.

    Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran di Washington bahwa Beijing dapat mengeksploitasi router asal China dan peralatan lainnya dalam serangan siber terhadap pemerintah dan bisnis Amerika.

    AS, sekutunya, dan Microsoft (MSFT.O), tahun lalu mengungkap kampanye peretasan terkait pemerintah China yang dijuluki Volt Typhoon. Dengan mengambil kendali atas router milik pribadi, para penyerang dikatakan berusaha menyembunyikan serangan berikutnya terhadap infrastruktur penting AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kemenperin Buka Suara Soal Isu Launching IPhone 16




    Next Article



    China Dikucilkan Dunia, Dampaknya Tak Terduga



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.