Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dokumen Rahasia China Dicuri Amerika, Ini Isinya
    Insight News

    Dokumen Rahasia China Dicuri Amerika, Ini Isinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Desember 2024Updated:19 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) dituduh melakukan penyerangan siber terhadap perusahaan teknologi China. Bahkan, diduga penyerangan tersebut bertujuan mencuri dokumen rahasia yang berisi data-data perdagangan sejak Mei 2023.

    Hal itu disampaikan Pusat Koordinasi/Tim Teknis Tanggap Darurat Jaringan Komputer Nasional China (CNCERT/CC) melalui pernyataan di laman resminya.

    Secara spesifik, disebutkan bahwa lembaga intelijen AS menargetkan unit penelitian dan desain material canggih China, serta perusahaan teknologi berskala besar yang fokus pada energi canggih dan informasi digital.

    CNCERT/CC merupakan lembaga non-pemerintah yang bertujuan mencegah dan mendeteksi ancaman keamanan siber di China. Peretasan itu dikatakan telah menyebabkan pencurian besar terhadap dokumen rahasia dagang China, dikutip dari Reuters, Jumat (20/12/2024).

    Sebelumnya, AS menuduh China telah melakukan penyerangan berskala masif terhadap jaringan telekomunikasi AS. Ahasil, FBI dan CISA mewanti-wanti masyarakat untuk berhenti menggunakan layanan chat tidak berenkripsi untuk menghindari penyadapan.

    AS dan China selama bertahun-tahun memang kerap saling tuduh menjadi korban peretasan satu sama lain untuk melancarkan aksi spionasi yang menargetkan pemerintah dan industri.

    Tuduhan saling lempar serangan siber kian menguat di tengah perang dagang yang memanas antara AS dan China. AS baru-baru ini mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor tahap ketiga yang memperketat pemblokiran akses chip dan alat pembuat chip canggih ke China.

    AS juga maju terus dengan rencana pemblokiran TikTok secara nasional. TikTok diminta lepas dari induk ByteDance asal China atau diblokir pada 19 Januari 2025.

    Balas dendam, China kemudian mengeluarkan pengetatan pembatasan ekspor mineral penting ke AS. Masing-masing gallium, germanium, dan antimon. Mineral itu krusial untuk mengembangkan senjata, alat militer, dan material baterai untuk mobil listrik (EV).

    Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan CNCERT/CC.

    Pada bulan Maret 2022, CNCERT/CC mengatakan China telah menghadapi gelombang serangan siber, yang sebagian besar berasal dari AS dan beberapa negara sekutu AS seperti Jerman dan Belanda.

    Serangan-serangan ini mengambil kendali komputer di China dan menggunakannya untuk melakukan serangan siber di Rusia, Ukraina, dan Belarus, menurut lembaga tersebut.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kemenperin Buka Suara Soal Isu Launching IPhone 16





    Next Article



    China Dikucilkan Dunia, Dampaknya Tak Terduga



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.