Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Ukraina-Rusia, Bos Telegram Messeger Bela yang Mana?
    Insight News

    Perang Ukraina-Rusia, Bos Telegram Messeger Bela yang Mana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Maret 2022Updated:9 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Telegram menjadi platform yang punya banyak digunakan masyarakat ketika perang Rusia danĀ Ukraina. Banyak yang mempertanyakan platform tersebut ada di pihak mana. Mengingat sang pendiri Pavel Durov, memiliki darah keturunan Ukraina dan juga pernah tinggal di Rusia.

    Mengenai ini, Durov akhirnya buka suara. Melalui channel Telegram pribadinya, ia bercerita bagaimana kehidupan dan karir dia selama di Rusia.

    “Jika Anda mengikuti posting saya, Anda tahu bahwa dari pihak ibu saya, saya memiliki garis keluarga dari Kyiv,” tulis Durov di channel Telegram miliknya, dikutip Selasa (8/3/2022).

    Sampai hari ini, lanjutnya, ia masih memiliki banyak kerabat yang tinggal di Ukraina. Itu sebabnya konflik tragis ini bersifat pribadi bagi dirinya dan Telegram.

    Ia pun menjawab pertanyaan yang banyak menyebut bahwa Telegram tidak aman bagi para pengguna Ukraina karena adanya keterlibatan Durov dengan pemerintah Rusia.

    [Gambas:Twitter]

    “Orang bertanya-tanya apakah Telegram entah bagaimana kurang aman untuk Ukraina, karena saya pernah tinggal di Rusia. Biarkan saya memberi tahu orang-orang ini bagaimana karir saya di Rusia berakhir,” ujarnya.

    Sembilan tahun yang lalu, Durov adalah seorang CEO VK, yang merupakan jejaring media sosial terbesar di Rusia dan Ukraina.

    Pada 2013, badan keamanan Rusia, FSB, menuntut agar dirinya memberi mereka data pribadi pengguna VK Ukraina yang memprotes Presiden pro-Rusia.

    Ia mengaku menolak untuk memenuhi tuntutan ini. Karena jika memberikan data pribadi, itu berarti pengkhianatan terhadap pengguna.

    “Setelah itu, saya dipecat dari perusahaan yang saya dirikan dan terpaksa meninggalkan Rusia,” ungkapnya. “Saya kehilangan perusahaan dan rumah saya,” imbuh pria 37 tahun itu.

    Ketika menentang tuntutan Rusia, taruhannya tinggi bagi dirinya secara pribadi. Mengingat ia saat itu masih tinggal di Rusia, dan tim serta perusahaan lama juga berbasis di negara tersebut.

    Bertahun-tahun telah berlalu sejak itu, banyak hal berubah. Durov sudah tak lagi tinggal di Rusia, tidak lagi memiliki perusahaan atau karyawan di sana.

    “Tapi satu hal tetap sama – saya mendukung pengguna kami apa pun yang terjadi. Hak privasi mereka adalah suci. Sekarang lebih dari sebelumnya.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.