Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti AS Butuh China, Percuma Pemerintah Blokir Terus-terusan
    Insight News

    Bukti AS Butuh China, Percuma Pemerintah Blokir Terus-terusan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Desember 2024Updated:14 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Nvidia akhirnya buka suara terkait rumor yang menyebut raksasa chip asal Amerika Serikat (AS) tersebut akan memangkas atau menyetop total ekspor chip AI canggih ke China.

    Nvidia mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan bisnis di China dan mendukung klien di area tersebut. Nvidia menegaskan bahwa rumor yang beredar keliru dan China merupakan pasar penting bagi perusahaan.

    Rumor penyetopan ekspor Nvidia ke China muncul setelah pemerintah setempat melancarkan penyelidikan terhadap akuisisi Nvidia ke Mellanox Technologies.

    Pemerintah China mengkaji kesepakatan bernilai US$6,9 miliar tersebut akibat dugaan masalah kompetisi yang melanggar hukum di negara kekuasaan Xi Jinping.

    Selain itu, isu geopolitik antara China dan AS juga kian memanas. Baru-baru ini, AS mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor tahap ketiga yang makin memperketat penjualan teknologi canggih ke China.

    Menanggapi hal ini, China balas dendam dengan menyetop ekspor tiga mineral penting, yakni germanium, gallium, dan antimon ke AS. Mineral-mineral itu digunakan untuk pengembangan alat perang, semikonduktor, hingga baterai pada mobil listrik.

    Nvidia sendiri tak gentar menghadapi berbagai isu geopolitik tersebut. Dikutip dari YahooFinance, Jumat (13/12/2024), Nvidia justru menambah jumlah karyawan di China.

    Penambahan karyawan mayoritas dialokasikan untuk divisi riset dan pengembangan pada teknologi pengemudi tanpa awak. Saat ini Nvidia memperkerjakan 200 orang di Beijing. Secara total, karyawan Nvidia di China sudah hampir 4.000 orang, menurut laporan Bloomberg.

    Nvidia bertujuan meningkatkan kapasitas AI untuk akurasi yang lebih mumpuni dan penyelesaian masalah yang lebih kompleks. CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pentingnya konsep ‘berpikir panjang’ pada penelitian AI.

    Pengembangan ini diproyeksikan untuk mendorong pengeluaran yang lebih besar pada infrastruktur dan aplikasi AI.

    Sebelumnya, Nvidia sudah dilarang untuk menjual chip generasi terbaru ke China. Namun, China berkontribusi besar pada pendapatan Nvidia. Alhasil, Nvidia mengembangkan chip khusus yang dirancang untuk China dan ‘mengelabui’ aturan pemerintah AS. 

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tugas Data Center Dukung Transformasi Digital RI Era Prabowo





    Next Article



    Efek Donald Trump, Manusia Rp 2.000 Triliun Pecah Rekor



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.