Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hasil Perkawinan Silang Manusia Purba Diungkap Ilmuwan
    Insight News

    Hasil Perkawinan Silang Manusia Purba Diungkap Ilmuwan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2024Updated:14 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua kelompok penelitian mencoba mengungkap hasil perkawinan dari manusia purba dan Neanderthal.

    Kebanyakan orang non-Afrika mengaitkan memiliki hubungan dengan DNA Neanderthal. Walaupun jumlahnya tak banyak hanya 1%-2% dari DNA mereka.

    Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature and Science menunjukkan keduanya melakukan kawin silang sekitar 43.500-50.500 tahun lalu. Tercatat perkawinan terjadi saat manusia meninggalkan Afrika dan berpindah ke benua baru, dikutip dari NBC News, Jumat (13/12/2024).

    Namun 100 generasi berikutnya, sebagian besar DNA Neanderthal mulai menghilangkan. DNA yang tersisa seperti pigmentasi kulit, respon imun dan metabolisme.

    Temuan itu juga mengungkapkan rentang waktu yang sempit terjadinya perkawinan silang saat manusia menyebar ke wilayah seperti China dan Australia.

    Selain itu para peneliti menyinggung soal populasi dari fosil sisa manusia yang ditemukan di luar Afrika, seperti Eropa. Fosil tersebut lebih dari 50 ribu tahun lalu.

    Menurut studi, populasi tersebut sudah punah. “Ada beberapa garis keturunan yang teridentifikasi yang tidak berkontribusi pada orang di kemudian hari,” jelas penulis dari Institut Max Planck, Johannes Krause.

    Kedua penelitian menggunakan pendekatan yang berbeda. Salah satu tim dari University of California membuat katalog dari 59 manusia purba yang hidup antara 2.000 tahun lalu dan 45 ribu tahun lalu serta 275 manusia masa kini.

    Mereka menemukan gen Neanderthal ke manusia terjadi 47 ribu tahun lalu dan berhenti pada 7.000 tahun lalu.

    Pada jurnal yang ada di Nature, melakukan analisis pada enam genom yang ditemukan di Ranis, situs gua di Jerman. Sisa sisa genom berasal dari 45 tahun lalu.

    Hasilnya, DNA menunjukkan dua dari enam individu merupakan ibu dan anak perempuan.

    Mereka juga melakukan analisa DNA dari individu yang ditemukan pada situs gua di Ceko sekitar 140 mil (225 km) dari Ranis. Hasilnya dua orang dari Ranis memiliki hubungan kerabat dengan yang ditemukan di Ceko.

    (luc/luc)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tugas Data Center Dukung Transformasi Digital RI Era Prabowo


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.