Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raja Ojol Tutup di RI, Bawa Kiamat Driver Online Makin Nyata
    Insight News

    Raja Ojol Tutup di RI, Bawa Kiamat Driver Online Makin Nyata

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Desember 2024Updated:11 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Uber memperluas layanan kendaraan tanpa sopir (driver) atau diistilahkan ‘robotaxi’. Kali ini layanan tersebut akan bisa ditemui di jalanan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

    Perusahaan yang pernah membuka layanan di Indonesia itu bekerja sama dengan WeRide dari China untuk menjalani layanan otonom terbarunya.

    Layanan tersebut bisa digunakan di antara Pulau Saadiyat dan Pulau Yas. Selain itu juga dapat diakses untuk rute ke dari dari Bandara Internasional Zayed.

    Kerja sama ini membuat robotaxi WeRide bisa dipanggil pengguna melalui aplikasi Uber.

    Pada awalnya kendaraan tak sepenuhnya tanpa supir karena masih ditemani pengemudi manusia. Uber menjelaskan ini sebagai cara menjaga keamanan dalam pengendara.

    “Untuk memastikan pengalaman yang aman dan handal untuk pengendara dan pejalan kaki,” kata Uber dalam keterangan resminya dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (10/12/2024).

    Masyarakat Abu Dhabi baru akan bisa menikmati layanan tanpa pengemudi sepenuhnya pada akhir 2025 mendatang.

    Sebelumnya Uber telah membuka layanan serupa di Amerika Serikat (AS). Sekitar puluhan ribu kendaraan difasilitasi per bulan bisa dinikmati di jalanan negara itu.

    Sementara itu WeRide merupakan pengembang kendaraan otonom di China. Perusahaan telah memegang izin melakukan pengujian kendaraan tanpa pengemudi serta pengujian dan pengoperasian di beberapa wilayah dari Dubai, Singapura hingga AS.

    Analis James Cordwell mengatakan layanan otonom akan terus mengalami perkembangan. Uber juga memiliki potensi dalam pasar tersebut.

    “Kami percaya otonom akan memperluas pasar yang dituju secara signifikan dan Uber memiliki posisi baik menjadi agregator penyedia kendaraan otonom,” jelasnya.

    Sebagai informasi, Uber sempat mencoba peruntungan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun, persaingan dengan pemain lokal dan regional yang sengit membuat Uber memutuskan menjual bisnisnya ke Grab pada 2018 silam.

    Kala itu, CEO Uber Dana Khosrowshahi mengatakan bahwa mundurnya Uber dari pasar Asia Tenggara karena Uber memiliki batasan untuk mendominasi sektor transportasi online di sejumlah negara di dunia.

    “Satu potensi bahaya dari strategi global kami adalah terlalu banyak turun gelanggang dalam pertarungan melawan kompetitor yang tidak sedikit dan ini terjadi di cakupan kawasan yang luas,” katanya pada 2022 silam.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Manfaatkan Teknologi AI Untuk Punya Rumah, Gimana Caranya?





    Next Article



    Kiamat Driver Online China Makin Ganas Menular ke Amerika



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.