Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»KPPU Minta Starlink ‘Digusur’ Cuma Boleh di Pelosok, Ini Kata Komdigi
    Insight News

    KPPU Minta Starlink ‘Digusur’ Cuma Boleh di Pelosok, Ini Kata Komdigi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2024Updated:5 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam sebuah kajian terbaru, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan layanan internet Low-earth Orbit (LEO) sebaiknya berada di wilayah 3T. Layanan yang digunakan pada Starlink dianggap unggul dari teknologi lain dan membuatnya bisa dijual pada wilayah yang tidak dijangkau oleh pelaku usaha lain.

    Plt Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto menjelaskan terdapat beberapa media untuk menyediakan layanan internet. Selain satelit, adapula kabel dan radio.

    Untuk melakukan pemerataan, dibutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat. Ini dilakukan dengan melakukan implementasi sejumlah teknologi yang relevan.

    Wayan mengatakan jika teknologi tertentu yang diutamakan, artinya didasarkan pada analisa kompetisi yang mendalam. Cakupannya mulai dari aspek teknis, ekonomi dan manfaat untuk masyarakat.

    “Apabila terdapat upaya untuk mengutamakan implementasi teknologi tertentu sebagai bagian dari percepatan pemerataan layanan internet, maka langkah tersebut perlu didasarkan pada analisis kompetisi yang mendalam,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/12/2024).

    “Analisis ini harus mencakup aspek teknis, ekonomi, serta manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” Wayan menambahkan.

    Dalam laporan KPPU itu juga menjelaskan setiap teknologi penyedia internet memiliki kategori yang berbeda. Teknologi itu memenuhi kebutuhan yang spesifik pada tiap konsumen.

    KPPU juga menyebut penyelenggara layanan LEO perlu melakukan kerja sama dengan pelaku telekomunikasi dan UMKM. Dengan catatan harus mempertimbangkan kepentingan nasional.

    “Lebih lanjut, KPPU juga menyarankan penyediaan jasa internet di daerah 3T tersebut mengutamakan kemitraan antara penyedia jasa internet berbasis LEO dengan pelaku jasa telekomunikasi dan pelaku UMKM dengan mempertimbangkan kepentingan nasional,” kata Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Ranamenggala dalam keterangan resminya.

    Selain itu, Direct-to-Cell disebut KPPU bisa membuat persaingan tidak sehat dengan penyelenggara non-teknologi LEO. Starlink diketahui telah meluncurkan secara bertahap layanan itu untuk pengguna global.

    “Pengembangan teknologi satelit LEO juga dapat terus berkembang, di antaranya pengembangan teknologi Direct to Cell. Teknologi direct to cell ini berpotensi pelaku usaha penyedia jasa internet melalui LEO dapat menjadi pelaku usaha dominan di wilayah tersebut dan mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat dengan pelaku usaha nasional yang tidak memiliki teknologi satelit LEO,” jelasnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: KOMDIGI Era Prabowo: Perkuat Infrastruktur Telco-Keamanan Data




    Next Article



    Elon Musk Happy Joe Biden Mundur, Ternyata Dulu Ngemis Subsidi



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.