Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Miris Aplikasi China Usai Ditendang dari Indonesia
    Insight News

    Nasib Miris Aplikasi China Usai Ditendang dari Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2024Updated:2 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pendapatan PDD Holdings yang merupakan induk aplikasi e-commerce Temu anjlok. Harga murah yang ditawarkan raksasa e-commerce itu ternyata sudah tak efektif untuk menarik minat beli masyarakat. 

    Temu dikenal sebagai layanan yang menjual barang dengan sangat murah. Konsep bisnisnya yang menghubungkan konsumen akhir langsung ke produsen disorot dunia.

    Nama PDD Holdings sebagai pemilik Temu dan Pinduoduo langsung menjadi raja e-commerce China dalam waktu singkat. Namun dalam laporan terbaru, kinerja perusahaan tak sebaik yang dibayangkan.

    Dalam laporan Reuters, PDD Holdings gagal mempertahankan perkiraan pasar untuk pendapatan dan laba kuartal tiga.

    Pendapatan perusahaan memang mengalami lonjakan 44% pada kuartal yang berakhir 30 September 2024 lalu. Jumlahnya 99,35 miliar yuan (Rp 217,8 triliun), namun di bawah perkiraan 17 analis dalam LSEG mencapai 102,65 miliar yuan (Rp 225 triliun), dikutip dari Reuters.

    Penghasilan bersih dilaporkan 24,98 miliar yuan (Rp 54,7 triliun), naik 15,54 miliar yuan (Rp 34 triliun) pada tahun lalu. PDD melaporkan laba yang yang disesuaikan 18,59 yuan (Rp 40.700) per saham dari estimasi 19,79 yuan (Rp 43.400).

    Eksekutif perusahaan juga mengumumkan penerapan sejumlah kebijakan pengurangan biaya dan dukungan pedagang.

    Kehilangan pendapatan telah terjadi pada kuartal 2 lalu. Saham PDD juga mengalami penurunan terbesar, yang membuat modalisasi pasar menghilang hampir US$55 miliar (Rp 874,2 triliun).

    Sebagai informasi, pemerintah Indonesia juga telah melarang aplikasi Temu buatan PDD beroperasi di dalam negeri. Sebab harganya yang miring membuat Temu berpotensi ‘membunuh’ Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Tanah Air.

    Tak cuma Temu, pemerintah juga tegas melarang masuknya aplikasi e-commerce serupa, Shein. 

    Gebrakan Indonesia ini tampak diikuti oleh negara lain. Beberapa saat lalu, giliran Vietnam yang mengancam akan melarang Temu dan aplikasi ‘fast fashion’ lain dari China, Shein, mulai akhir bulan ini.

    Pemerintah Vietnam mengatakan bahwa kedua e-commerce China itu belum mendapat izin untuk berbisnis di negara tersebut.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Aplikasi Temu Sudah Masuk, UMKM RI Terancam!





    Next Article



    Aplikasi Temu Sudah Masuk RI, Menkominfo Janji Blokir Secepatnya



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.