Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Mau Bangun Pabrik Ini di RI, Menteri Agus Bilang Belum Adil
    Insight News

    Apple Mau Bangun Pabrik Ini di RI, Menteri Agus Bilang Belum Adil

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 November 2024Updated:28 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Proposal rencana investasi Apple sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,58 triliun telah sampai di Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

    Investasi tersebut akan direalisasikan untuk membangun pabrik yang memproduksi komponen bantalan pada headphone AirPods Max.

    Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, rencana investasi itu masih dibahas dengan internal Kemenperi.

    Jika sudah mendapatkan restu, produksi bantalan AirPods Max akan dimulai pada Juli 2025.

    “PT Apple Indonesia juga merencanakan mesh [bantalan] produksi komponen Airpods Max pada Juli 2025 sebagai bagian dari global value chain produk Apple,” ujar Febri di Kantor Kemenperin, Kamis (21/11/2024).

    Selain fasilitas produksi untuk bantalan AirPods, dalam proposal tersebut, Apple juga ingin membangun Product Development Centre dan Professional Developer Academy.

    Perusahaan produsen iPhone itu juga akan menambah pembangunan Apple Academy keempat dan kelima di Bali dan Jakarta hingga Juni 2026.

    “Itu isi proposal Apple sementara yang kami tangkap,” kata Febri.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang telah menjawab proposal investasi Apple untuk 2024-2026 yang mengajukan penanaman modal senilai US$100 juta (Rp 1,58 triliun). Menurutnya, angka yang ditawarkan belum memenuhi asal berkeadilan.

    Dia menjelaskan terdapat empat kriteria apa yang dimaksud dengan berkeadilan. Pertama terkait investasi Apple di negara di luar Indonesia, seperti Vietnam.

    Adapula soal investasi dari produsen HKT lain di Indonesia. Kriteria lain terkait penciptaan nilai tambah dan pemasukan negara dari importasi.

    Terakhir adalah mengenai seberapa besar perusahaan yang berinvestasi di Indonesia untuk menyerap tenaga kerja. “Ini prinsip berkeadilan yang sedang kami rumuskan,” ucapnya.

    Dia menyebutkan sudah ada angka yang masuk dalam asas berkeadilan. Namun tidak membuka informasi tersebut.

    Kementerian Perindustrian juga akan menyurati Apple untuk melakukan pembahasan. Pertama soal pelunasan kekurangan US$10 juta dan membahas proposal tahun 2024-2026.

    “Pak Dirjen selesai dari ruangan ini langsung mengirim email memanggil pihak Apple datang ke Indonesia,” kata Agus.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pemerintah Larang iPhone 16 di RI Jadi Sorotan Media Asing





    Next Article



    Pabrik iPhone Bangun Raksasa Superchip Terbesar di Dunia



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.