Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Megaproyek Elon Musk Bawa Petaka, Krisis Baru Mengintai
    Insight News

    Megaproyek Elon Musk Bawa Petaka, Krisis Baru Mengintai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 November 2024Updated:26 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Megproyek Elon Musk yang disebut ‘xAI Colossus’, yakni pusat data center AI super besar, telah menerima persetujuan dari Tennessee Valley Authority (TVA) pada awal November ini.

    Megaproyek itu akan menerima pasokan listrik negara bagian tersebut sebanyak 150MW. Jumlah itu meningkat 20 kali lipat dari suplai awal yang dikatakan hanya 8MW.

    Hal ini memicu kekhawatiran dari pemangku kebijakan lokal terkait dampaknya pada suplai kebutuhan listrik di Tennessee Valley, dikutip dari TomsHardware, Selasa (26/11/2024).

    Terlebih, Power Grid International melaporkan Musk berencana untuk meningkatkan kapasitas komputasi megaproyeknya hingga dua kali lipat. Artinya, ke depan kebutuhan listriknya juga akan dobel.

    Sebagai informasi, xAI hanya membutuhkan 19 hari untuk memegang izin pasokan listrik untuk megaproyeknya. Sebagai perbandingan, Nvidia membutuhkan waktu 4 tahun untuk proyek serupa, menurut CEO Nvidia Jensen Huang.

    “Kami khawatir Dewan TVA memenuhi permintaan xAI untuk kebutuhan listrik tanpa melakukan studi terkait dampaknya terhadap komunitas lokal,” kata pengacara senior dari Southern Environmental Law Center, Amanda Garcia.

    “TVA harus memprioritaskan keluarga ketimbang data center seperti xAI,” ia menambahkan.

    Sementara itu, Power Grid International melaporkan bahwa MLGW, perusahaan yang mendistribusikan listrik ke supercomputer xAI, telah meyakinkan Dewan Kota Memphis bahwa kebutuhan listrik xAI tak akan mengurangi kebutuhan penduduk lokal.

    CEO MLGW Doug McGowen mengatakan penambahan kapasitas 150MW yang diberikan ke perusahaan Musk masih dalam batas atas kemampuan negara bagian tersebut. Jika kurang, Musk juga masih bisa membeli kapasitas lebih ke TVA.

    Pakar mengatakan data center untuk melatih AI di masa depan membutuhkan pasokan listrik yang kemungkinan tak mampu diberikan oleh pemerintah. Untuk itu, banyak perusahaan seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Oracle yang berinvestasi pada tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

    Namun, Musk sepertinya mendapat ‘jalur khusus’ dalam mengantongi izin dari TVA untuk mendapatkan pasokan listrik 150MW.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Komitmen Vertiv Dukung Pemerintah Percepat Transformasi Digital





    Next Article



    Heboh Elon Musk Jualan Kripto di YouTube, Ini Faktanya



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.