Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kripto Jalan Rusia Hindari Sanksi, UE Bikin ‘Senjata’ Baru?
    Insight News

    Kripto Jalan Rusia Hindari Sanksi, UE Bikin ‘Senjata’ Baru?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Maret 2022Updated:5 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Aset kripto diduga bisa digunakan Rusia untuk mengatasi sanksi yang diberikan dari sejumlah negara dunia. Uni Eropa mempelajari kemungkinan itu, ungkap salah seorang pejabat senior blok tersebut.

    Pejabat itu mengatakan UE menyadari aset kripto ‘kemungkinan jadi rute pengelakan’, untuk menghindari sanksi dari blok tersebut dan Barat, dilaporkan CNN Internasional, Jumat (4/3/2022).

    Pada hari Senin lalu, dilaporkan jika volume perdagangan antara Rubel Rusia dan kripto Tether melonjak. Hal ini disebabkan mata uang lokal yang terjun bebas ke level terendah setelah sanksi dijatuhkan oleh Barat.

    Pejabat itu mengatakan Komisi Eropa eksekutif UE telah membaca laporan di media mengenai aset kripto. Selain juga telah menerima informasi secara langsung.

    “Peningkatan nilai pada beberapa aset mungkin jadi respon pada upaya menghindari sanksi. Kami sedang menyelidiki ini, namun belum ada keputusan yang diambil,” kata pejabat Uni Eropa.

    Sementara itu Binance juga telah memblokir sejumlah akun klien Rusia yang menjadi sasaran sanksi.

    Uni Eropa terus memberikan serangkaian sanksi yang diberikan untuk Rusia, terkait serangannya pada Ukraina beberapa hari terakhir. Salah satunya melarang siaran media pemerintah RT dan Sputnik.

    Selain itu Uni Eropa juga menargetkan pembekuan aset dan larangan visa. Termasuk 351 anggota Duma, majelis rendah parlemen Rusia.

    Presiden Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov juga masuk dalam daftar hitam. Putin juga jadi salah satu dari tiga pemimpin yang masuk dalam daftar tersebut.

    Uni Eropa juga melarang ekspor teknologi pengilangan untuk sektor minyak. Penjualan, ekspor atau pasokan semua, bagian dan peralatan ke Rusia juga dilarang.

    Wilayah Udara Uni Eropa juga ditutup untuk pesawat Rusia termasuk untuk jet pribadi. Belarusia juga terkena sanksi serupa.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.