Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Dipaksa Lepas Android, Karyawan Takut PHK Besar
    Insight News

    Google Dipaksa Lepas Android, Karyawan Takut PHK Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2024Updated:23 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Karyawan Google buka suara soal kasus antimonopoli yang menjerat perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka khawatir dengan nasib mereka dan mengaku takut kehilangan pekerjaan.

    Selama beberapa waktu terakhir, Google diketahui terseret masalah hukum terkait monopoli dalam pasar pencarian online di pengadilan Amerika Serikat (AS). Dalam dokumen penyelesaian, terdapat permintaan pemisahan browser Chrome milik Google dan sistem operasi Android.

    Tiga karyawan dalam serikat Alphabet Workers Union-CWA (AWU-CWA) bertemu secara virtual dengan staf dari divisi Antimonopoli Departemen Kehakiman (DoJ) pada 23 Oktober 2024. Para karyawan meminta pemerintah mempertimbangkan semua upaya hukum pada perusahaan.

    Karena akan ada dampak pada para pekerja dengan pemberlakuan hukum tersebut. Mereka juga meminta adanya kepastian perlindungan pada pekerja dan menyadari hak mereka soal masalah kepatuhan tanpa ada pembalasan.

    Dampak terbesarnya saat Google dipecah adalah beberapa pekerjaan karyawan akan berubah drastis atau menghilang, dikutip dari The Verge, Jumat (22/11/2024).

    Presiden AWU-CWA, Parul Korul serta Alan McAvinney selaku ketua penyelenggara serikat pekerja mengatakan tidak mendukung atau menentang solusi tertentu. Namun keduanya yang juga insinyur software Google ingin memastikan suara pekerja masuk dalam diskusi.

    Google dilaporkan juga meminta karyawan tidak membicarakan masalah tersebut secara internal maupun eksternal. Meskipun kemudian juru bicara Google Peter Schottenfels menjelaskan permintaan tersebut untuk larangan membicarakan litigasi yang sedang berlangsung atas nama perusahaan tanpa persetujuan.

    “Faktanya, alih-alih [Google] melibatkan kami dalam percakapan ini, apa yang mereka katakan pada kami adalah jangan membicarakannya. Itu masalah kami di sini,” jelas Koul.

    “Pendekatan kami muncul dari rasa tidak ada keputusan soal kami,” imbuhnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Telkom Ungkap Tantangan & Strategi Komunikasi di Era Digital




    Next Article



    Google Berubah di Indonesia, Begini Cara Pakai AI Overviews di Search



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.