Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terungkap, Ini yang Bikin Covid Omicron Tak Semematikan Delta
    Insight News

    Terungkap, Ini yang Bikin Covid Omicron Tak Semematikan Delta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Maret 2022Updated:4 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pasien yang terinfeksi virus corona varian Omicron dilaporkan mengalami gejala yang berbeda dari varian Delta. Kebanyakan dari mereka mengalami gejala yang menyerupai flu biasa.

    Kendati demikian, studi HKUMed Hong Kong menyebutkan varian omicron memiliki laju infeksi dan replikasi di bronkus (saluran pernafasan) 70 kali lebih tinggi dari varian Delta dan varian awal.

    Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan, mengatakan ini lah kenapa gejala-gejala Omicron itu banyaknya berurusan dengan saluran nafas.

    “Apa itu, batuk, nyeri tenggorok, gatal di tenggorok, kemudian hidung tersumbat, pilek atau rinore,” ujarnya.

    Sementara itu laju infeksi dan replikasi Omicron pada paru dilaporkan 10 kali lebih rendah dari varian awal. Itulah sebabnya jarang ditemui gejala seperti sesak napas dan demam tinggi.

    “Inilah yang bisa menjelaskan kenapa gejala-gejala yang melibatkan radang di paru seperti sesak nafas, demam yang tinggi, itu kurang karena memang replikasi di jaringan paru 10 lebih rendah dibandingkan yang lain,” jelas Erlina.

    Meski gejalanya tak begitu parah, varian Omicron tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, Covid-19 varian baru ini memiliki dalam penularan yang lebih cepat dari varian Delta dan varian-varian sebelumnya.

    Apalagi bagi para lansia, orang yang belum pernah divaksin, mereka yang punya komorbid dan anak-anak terutama yang belum divaksin.

    “Kita mendengarkan laporan kematian dari Inggris, AS, Jerman, Belanda terus ada setiap harinya karena Omicron ini sebagian kecil menimbulkan keparahan penyakit. Jadi dikatakan antara 0,03% hingga 1%,” jelasnya.

    Oleh karena itu vaksinasi harus terus digencarkan, masyarakat yang belum divaksin harus segera di vaksin penuh. Mereka yang sudah divaksin penuh enam bulan sebelumnya harus segera disuntik booster vaksin.

    “Vaksinasi tetap penting, omicron ini bisa dilumpuhkan oleh antibodi dan kemampuannya lebih tinggi pada pasien yang telah divaksin,” terangnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.