Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Harga Oyo Naik 38 Persen, Masih Jauh Lebih Murah dari Dulu
    Insight News

    Harga Oyo Naik 38 Persen, Masih Jauh Lebih Murah dari Dulu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 November 2024Updated:18 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri Oyo, Ritesh Agarwal, dikabarkan berencana menambah modal perusahaan jaringan kamar penginapan tersebut dari kendaraan investasi miliknya.

    Tech Crunch mengabarkan bahwa perusahaan investasi milik Agarwal yang bernama mengusulkan penanaman modal tambahan senilai US$ 65,1 juta ke Oyo.

    Investasi yang akan dikucurkan lewat Redsprig Innovation Partners akan mendongkrak harga perusahaan manajemen hotel itu menjadi US$ 3,8 miliar atau sekitar Rp 60 triliun.

    Artinya, valuasi Oyo naik dari valuasi pada ronde pendanaan sebelumnya yang juga dipimpin oleh Redsprig. Saat itu, Redsprig mengucurkan US$ 100 juta dari total pendanaan senilai US$ 175 juta pada valuasi perusahaan US$ 2,8 miliar.

    Namun, valuasi terbaru Oyo masih jauh dari valuasi tertinggi Oyo yang dicapai sebelum pandemi. Total harga saham perusahaan asal India tersebut sempat mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 158 triliun.

    Berdasarkan data Tracxn, Oyo sejak berdiri telah mengumpulkan dana senilai US$ 3,4 miliar dalam bentuk suntikan modal dan utang. Salah satu pemegang saham Oyo adalah investor startup kelas kakap SoftBank.

    Pendanaan terbaru ke Oyo ini menimbulkan banyak pertanyaan buat para investor. Pasalnya, Agarwal diketahui masih punya utang US$ 2 miliar sejak 2019. Ia berutang untuk membeli kembali saham Oyo dari dua investor pemegang saham, Peak XV dan Lighspeed India.

    Pendukung Agrawal dalam pendanaan terbaru lewat Redsprig belum diketahui.

    Oyo juga masih berkomitmen untuk menjual saham mereka di bursa saham meskipun sudah berkali-kali gagal. Manajemen Oyo diketahui kembali mengajukan permintaan ke otoritas bursa untuk memulai proses penawaran umum perdana saham dalam dua bulan ke depan.

    Pengajuan tersebut adalah pengajuan IPO ketiga Oyo dalam 2 tahun terakhir.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Saat Dunia Bergejolak, Ini Startup Yang “Menarik” Modal Ventura





    Next Article



    Akselerasi Pertumbuhan, Telkomsel Ventures Pimpin Pendanaan Tictag



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.