Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nah loh, Pasokan Obat ke Rusia Juga Bakal Macet!
    Insight News

    Nah loh, Pasokan Obat ke Rusia Juga Bakal Macet!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Maret 2022Updated:3 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Produsen obat dan peralatan medis mewanti-wanti bahwa pengiriman obat dan peralatan medis ke Rusia bisa terhambat karena adanya sejumlah sanksi ekonomi kepada Rusia dari sejumlah negara Barat.

    Sekedar informasi, sanksi yang dikenakan oleh Amerika Serikat, Inggris, Eropa dan Kanada terhadap Rusia memang tidak berlaku untuk obat-obatan dan peralatan medis. Industri yang memiliki tanggung jawab di bawah hukum humaniter internasional akan terus memasok produk ini.

    Tetapi sanksi yang telah memutuskan bank-bank Rusia dari sistem keuangan internasional, serta keputusan oleh perusahaan jasa pengiriman/logistik untuk menangguhkan layanan ke negara itu, juga dapat berdampak pada terhambatnya pengiriman pasokan medis.

    MedTechEurope, kelompok lobi Eropa untuk perusahaan perangkat medis, mengatakan, penghapusan tujuh bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT dapat menyebabkan gangguan. Tanpa akses ke sistem pembayaran itu, menjadi lebih sulit untuk bertransaksi dengan Rusia.

    “Pembekuan transfer bank memang dapat berdampak pada ekspor perangkat medis dari UE ke Rusia, dan kami secara aktif melihat sejauh mana ini dan akan melihat bagaimana situasinya berkembang,” kata juru bicara MedTechEurope, dikutip dari Reuters, Kamis (3/3/2022)

    Sementara itu, Federasi Industri dan Asosiasi Farmasi Eropa dalam sebuah pernyataan menyerukan pengiriman obat-obatan dan vaksin yang aman kepada orang-orang yang membutuhkan di Ukraina, negara-negara anggota Uni Eropa yang berdekatan dan Rusia.

    Kelompok industri obat AS PhRMA menyatakan dukungannya terkait pembebasan sanksi obat-obatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memproduksinya.

    Di bawah hukum humaniter internasional, setiap orang memiliki hak untuk mengakses layanan dan pasokan medis penting, termasuk obat-obatan dan vaksin.

    “Selama masa konflik, hak akses tanpa gangguan ke pasokan medis penting ini sering dilanggar,” kata Lawrence Gostin, pakar hukum kesehatan masyarakat di Universitas Georgetown.

    Menurutnya, pemerintah yang memberikan sanksi seharusnya juga membuat pengecualian untuk pasokan medis. Sebab, sanksi sering mengganggu layanan medis dan rantai pasokan.

    [Dexpert.co.id]

    (wia)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.