Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wajib Tahu! Ini Efek Samping Penerima Vaksin Booster Pfizer
    Insight News

    Wajib Tahu! Ini Efek Samping Penerima Vaksin Booster Pfizer

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Maret 2022Updated:3 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam program vaksinasi booster, Pfizer digunakan sebagai dosis lanjutan beberapa jenis vaksin primer. Mulai dari Sinovac, AstraZeneca, dan untuk penerima dua dosis vaksin Pfizer itu sendiri.

    Sama seperti dua dosis awal, pemberian vaksin booster juga menimbulkan efek samping. Berikut beberapa efek samping yang ditimbulkan setelah mendapatkan dosis booster vaksin Pfizer:

    – Nyeri pada lokasi suntikan
    – Nyeri otot
    – Nyeri sendi
    – Demam

    Vaksin Cominarty dari Pfizer telah mengantongi izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan POM. Penerima booster vaksin ini wajib berusia 18 tahun ke atas.

    Vaksin booster Pfizer disebut punya tingkatan nilai titer antibodi netralisir. Yakni setelah satu bulan pemberian booster sebesar 3,29 kali.

    Vaksin booster Pfizer diberikan dengan dosis yang berbeda bergantung pada jenis vaksin primernya. Untuk masyarakat penerima dua dosis Sinovac atau AstraZeneca, akan mendapatkan dosis ketiga Pfizer separuh dosis (0,15 ml).

    Sementara itu penerima vaksin primer Pfizer, booster dengan jenis yang sama adalah dosis penuh sebesar 0,3 ml.

    Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan kombinasi vaksinasi booster terbaru beberapa hari lalu. Berikut informasinya:

    1. Vaksin primer Sinovac, vaksin boosternya menggunakan AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).

    2. Vaksin primer AstraZeneca, vaksin boosternya menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

    3. Vaksin primer Pfizer, vaksin boosternya menggunakan Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

    4. Vaksin primer Moderna, boosternya menggunakan vaksin yang sama Moderna separuh dosis (0,25 ml).

    5. Vaksin primer Janssen (J&J), vaksin boosternya menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).

    6. Vaksin primer Sinopharm, vaksin boosternya menggunakan Sinopharm juga dosis penuh (0,5 ml).

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.