Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fantastis! Transaksi Ojol di RI Naik Jadi Rp 142 T, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Fantastis! Transaksi Ojol di RI Naik Jadi Rp 142 T, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 November 2024Updated:14 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Nilai transaksi ride hailing di Indonesia naik 13% year on year (yoy) menjadi US$ 9 miliar atau Rp 142 triliun tahun ini. Hal tersebut terungkap dalam laporan Google, Temasek, dan Bain and Company bertajuk e-Conomy SEA 2024.

    Peningkatan transaksi ojek online (ojol) tersebut disebabkan oleh kenaikan tarif layanan dan bertambahnya jumlah pengemudi.

    “Saya tidak tahu kalian di sini merasa hal yang sama atau tidak? Tetapi harga layanan taksi dan ojek online naik sedikit,” ujar Partner Bain and Company Aadarsh Baijal di Kantor Google, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

    Menurutnya perusahaan seperti Gojek dan Grab masih berkompetisi terkait harga, namun tarif pada umumnya naik sedikit. Hal itu karena perusahaan mengurangi ‘bakar uang’, sehingga tarif taksi dan ojek online alias ojol mulai normal.




    Foto: Driver ojek online menunggu orderan di shelter Gojek, Jakarta Pusat, (22/3/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
    Driver ojek online menunggu orderan di shelter Gojek, Jakarta Pusat, (22/3/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    “Harga sedikit naik, masih ada persaingan yang bagus dengan beberapa pemain baru, yang menciptakan proposisi yang bagus bagi konsumen,” jelas Aadarsh.

    “Tetapi rata-rata mereka telah mampu memulihkan sebagian dana yang mereka serap untuk diskon, yang Anda tahu membawa harga kembali ke tingkat yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

    Ia juga melihat faktor jangka pendek lainnya yang mendorong hal ini, pemulihan di sektor transportasi. Selain itu, jumlah pengemudi ojek online juga menjadi faktor pendorong naiknya transaksi.

    “Jadi kedua faktor itu dalam jangka pendek sebenarnya membantu kebangkitan sektor ini. Jumlah pengemudi yang cukup, bisa melayani permintaan besar dan karena keadaan membaik, harga kembali naik,” terangnya.

    (wur)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Tolong Dibantu Pak Prabowo, SDM Teknologi RI Kalah Dari Vietnam




    Next Article



    Kiamat Driver Online Makin Nyata, Dampaknya Terasa di Amerika



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.