Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Ada di Obat Pilek Terkenal, Bahan Baku Ini Mau Dilarang di AS
    Insight News

    Banyak Ada di Obat Pilek Terkenal, Bahan Baku Ini Mau Dilarang di AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 November 2024Updated:11 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) berencana memerintahkan penghapusan phenylephrine dari semua obat batuk, pilek, dan asma.

    Bahan kimia tersebut dihapus bukan karena berbahaya bagi konsumen. Alasan FDA meminta phenylephrine berhenti digunakan adalah karena bahan kimia tersebut tidak ada khasiatnya, alias berefek placebo.

    Phenylephrine diperkirakan ada di 4 dari 5 obat “hidung tersumbat” yang dikonsumsi secara oral di Amerika Serikat.

    Peneliti sudah menyarankan kandungan phenylephrine dihapus dari obat yang dikonsumsi secara oral selama 20 tahun terakhir.

    “Berdasarkan tinjauan kami atas data yang ada, konsisten dengan saran dewan penasihat, kami mengambil langkah berikutnya untuk menghapus phenylephrine oral, karena tidak efektif sebagai obat hidung tersumbat,” kata Patrizia Cavazzoni, direktur Center for Drug Evaluation and Research (CDER).

    Menurut Science Alert, phenylephrine baru digunakan di dalam obat flu dan pilek setelah pembatasan penggunaan pseudoephedrine.

    Sebelum 2006, pseudoephedrine adalah bahan baku utama untuk obat hidung tersumbat. Namun pada awal 2000, pemerintah AS mewajibkan semua negara bagian mengatur ketat penjualan obat mengandung pseudoephedrine karena berpotensi digunakan untuk produksi narkotika jenis methamphetamine.

    Setelah itu, obat mengandung pseudoephedrine hanya bisa dijual terbatas. Produsen pun mengambil langkah mengganti pseudoephedrine dengan phenylephrine.

    Permasalahannya, penelitian menemukan bahwa phenylephrine tidak punya khasiat mengurangi gejala hidung tersumbat jika dikonsumsi secara oral. Bahkan, obat masih tidak efektif setelah peneliti menguji coba dosis empat kali lipat.

    Penelitian menunjukkan bahwa phenylephrine yang dikonsumsi lewat mulut “larut tak bersisa” di dalam perut sehingga tidak mencapai “hidung.” Oleh karena itu, phenylephrine masih bisa digunakan untuk obat tetes mata dan yang disemprot ke hidung.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Tolong Dibantu Pak Prabowo, SDM Teknologi RI Kalah Dari Vietnam


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.